JURNAL KARAT#3 JUMAT KRAMAT 5 FEBRUARI 2010, WASHED, LAGU PERANG, NEW YORK, KAWIH PATI FIXXX

JURNAL KARAT#3 JUMAT KRAMAT 5 FEBRUARI 2010
WASHED, LAGU PERANG, NEW YORK, KAWIH PATI FIXXX

asuhan Jon 666

Jumat malam itu Commonroom terlihat sangat ramai. Para personil Karat minus Aki Amenk dan Jimbot yang kebetulan berhalangan, sudah hadir. Selain personil Karat ada juga kru Commonroom dan Ujungberung Rebels hadir. Mang Tahu, Addy Gembel, Dinan, Cuky, Ranti, Eka, Bucek, Gerag, Boby, dll. Tampak juga beberapa tamu dari luar daerah seperti York dari Berlin Jerman, Eko dari Malang, juga beberapa kawan yang sengaja datang karena memang janjian malam itu seperti Agung Jekomik dan Tiara Grindcore yang janjian sama kimung ngambil buku Tiga Angka Enam untuk dijual di bedah buku Tiga Angka Enam di Kuningan, juga Titora yang sedianya malam itu akan diwawancara oleh Kimung untuk buku Panceg Dina Galur. Titora adalah oldscenester Ujungberung Rebels, vokalis band Beside yang pertama. Total jendral ada sekitar tiga puluh orang berkumpul malam itu.

Setelah kimung akhirnya datang pukul setengah Sembilan, Karat segera ambil posisi untuk melatih lagu-lagu mereka. Man, Okid, Hendra, Jawis, Kimung, dan menyusul mang Utun duduk melingkar, juga beberapa wajah baru adik-adik yang sengaja meluangkan waktu belajar bermain karinding dalam sebuah band bersama Karat. O iyah, mang utun membawa karinding tangkuban parahu untuk dijual malam itu. Segera saja yang hadir memilih dan mencoba karinding2 yang dibawa mang utun. New York dimainkan pertama sebagai pemanasan dilanjut oleh Washed. Ada beberapa kemajuan signifikan dalam latihan jumat kramat kali ini. Okeh, coba ita lihat satu-satu.

Setelah mulai panas oleh New York, karat segera menghajar instrumen dengan lagu Washed. Lagu ini semakin fiks saja dimainkan, namun ada beberapa yang dirobah. Untuk memudahkan bar-bar lagu pirigan celempung dan karinding Washed semakin dipertajam aksennya. Dalam hitungan bar tak ada perubahan sama sekali. Karat sepertinya sudah nyaman dengan pola yang sudah ada. Yang berubah mungkin dalam lirik. Atas saran mang utun teriakan “wasit kehed” dalam refrain lagu ini diganti menjadi “sia kehed”. Sempat ada diskusi dengan kimung yang sepertinya lebih cenderung straight dengan “wasit kehed” karena lagu ini memang ditujukan untuk mereka yang so’ kuasa dan merasa berhak menghakimi siapa saja yg lebih lemah dari mereka. Namun akhirnya atas pemikiran kata “sia” lebih universal dan bisa ke siapa saja, semua menggunakan teriakan “sia kehed!” dalam lagu Washed.selain itu, lagu ini terasa semakin luwes dibawakan namun tak mengurangi ketajaman dan pukulan keras instrumennya.

Setelah washed terasa fiks, karat segera lanjut ke lagu berikutnya : kawih pati. Seperti biasa, kawih pati dibawakan dengan mulus. Lagu ini memang diset tanpa hitungan yang pasti, atau setidaknya masih belum terumuskan. Ada beberapa ganjalan ketika karat akan merumuskan pola musik kawih pati. Pola lagu ini dibuat kimung memang untuk saling mengeksplorasi setiap instrumen yang dimainkan, termasuk vocal. Bahkan sejak awal lagu ini emang akan lebih banyak diisi oleh suara-suara tak lazim hasil eksplorasi vocal. Yang sudah dijajal adalah beluk man dan growling samar yang dikeluarkan oleh ki amenk sambil bermain karinding. Selain itu, eksplorasi vocal lainnya masih belum maksimal. Namun di latihan jumat mala mini man semakin bisa menemukan ruhnya dalam menyanyikan kawih pati.
Lagu ini murni berpatokan pada vocal man. Pola lagu dirancang memiliki lima hingga enam perubahan tempo dan pola celempung dan karinding. Dari lambat sekali hingga akhirnya cepat sekali, chaos, dan tiba-tiba sunyi. Saat ini vocal yang awalnya menjadi patokan kini justru menjadi instrumen yang paling chaos. Vocal dan instrumen tiup. Patokan bar dan pirigan kini berganti ke celempung banten kimung. Pirigan yang monoton namun terus mempermainkan tempo lagu membuat semua mudah mengiuti alur lagu ini. Semua palid dalam permainan masing-masing. Menjadi individu yang mandiri dalm memainkan alat musiknya, hingga alkhirnya celempung banten kimung member aba-aba untuk berhenti serempak. Menyisakan pukulan celempung banten kimung dan celempung giri kerenceng hendra.

Vocal kembali masuk di tengah pirigan celempung yang berbeda dari pirigan awal. Polanya masih tetap sama dengan pola vocal yang pertama dan ketika masuk, ia segera menjadi patokan lagu kawih pati. Karinding, celempung banten dan celempung giri kerenceng bersahut-shutan menimpali vocal, hingg akhirnya vocal berakhir dan kembali ke pola chaos. Ada sekitar 16 sampai 32 bar yang harus dijajal agar lagu ini benar-benar bisa menghanyutkan karat. Palid cuuuuu… dan kawih pati selalu bisa berakhir baik walau karat tentu saja malam itu sangat merasa belum 100 % soul jiwa mereka berpadu dalam lagu ini. Untuk sementara kawih pati sudah dianggap fiks.

Lagu selanjutnya adalah lagu perang. Lagu ini dalam pola musiknya tak banyak mengalami perubahan. Di liriklah yang mengalami banyak perubahan. Man memutuskan untum menggati dua bait lirik lagu perang ke dalam bahasa inggris. Jadi lagu ini dinyanyikan dalam dua bahasa, yaitu sunda dan inggris. Selain itu, perubahan juga ada di refrainnya. Untuk mempermudah patokan celempung hendra, lirik di robah dari asalnya teriak “perang…perang…perang…perang…” menjadi teriak “hajar…hajar…hajar…perang!” dan ternyata perubahan kecil ini berimbas besar untuk kekompakan karat mengakhiri lagu ini. Tambahan kata hajar diusulkan oleh jawis. “geus we ganti ku hajar atuh tong perang!” katanya yang segera disetujui oleh karat yg lain. Okid menambahkan kata perang di teriakan keempat sebagai penanda bar per bar bagian lagu ini. Kimung dan hendra like this so much! Ketukan refrain ini diset jauh lebih grinding, keras, straight, cepat, dan bertenaga.

Kejutan lain untuk lagu perang tak berhenti disitu. Untuk mengisi kekosongan tiba-tiba akibat karat yang mengakhiri lagu perang secara tiba-tiba, man mengisi kekosongan dengan haleuang gagah, “Akuuu… ingiiiinnn.. peeee… raaaaaaannnnggggg…” haleuang man ini diikuti seluruh personil karat lain yang ngahaleuang mengikuti man, namun dengan nada yang berbeda-beda, jadi mirip choir, ada suara satu, dua, tiga, dan seterusnya. Haleuang akhir lagu ini semakin dipapantes dengan alat musik oleh2 tcukimay dari bali yang dinamai guludug. Alat musik ini goyangkan dan menghasilkan suara mirip suara guludug. Eksplorasi ini mengantarkan karat untuk menyambungkan lagu perang yang pendek dengan kawih pati yang panjang. Kawih pati memang berencana akan menggunakan guludug juga dalam rangka menambah suasana lagu.

Sehabis lagu perang dan kawih pati yang menyita emosi, karat ngaso dulu dengan membawakan lagu yang nyantey : blues budak leutik bisa ngapung! Hellyeah! Lagu ini dimainkan di libertad seminggu sebelumnya dan akhirnya jumat ini semakin dimantapkan. Man ternyata sudah menyusun pirigan karinding untuk blues budak leutik, menggantikan gitar. Pirigannya saling bersahut-sahutan dengan vocal, ada delapan ketukan satu barnya, bar berikutnya diisi oleh harmonica yang dimainkan mang utun dan mungkin akan bersahut-sahutan dengan permainan toleat atau trompet atau suling mang jimbot. Blues kinanti—saya pribadi lebih senang menyebut lagu ini seperti itu—belum fiks benar malam itu. Untuk itu cuky kemudian bergabung bermain gitar untuk membiasakan karat dalam ketukan musik blues.
York yang datang dari berlin jerman untuk meriset kemunitas musk metal seperti halnya philipe, bergabung ke dalam lingkaran. York yang sempat ikut bersenandung kecil pupuh kinanti budak leutik bisa ngapung dalam bahasa jerman sontak memberikan ide. Man segera meminta York untuk menerjemahkan lirik budak leutik ke dalam bahasa jerman untuk ia kombikasikan dengan lirik pupuh kinanti sebenarnya. Inovasi man lainnya dalam bernyanyi hehehe… York pun menerjemahkan budak leutik berdasarkan hasil translate ranti ke dalam bahasa inggris. Ia juga kemudian berpupuh dan direkam sebagai patokan unutk man dalam menyanyikan budak leutik di karat.

Break blues kinanti yang belumketahuan beresnya, Karat lalu melatih new York. Lagu ini sudah jadi. Ada salah persepsi mengenai pola yang palijg cocok untuk new York antara pola awal dan pola yang dirobah katika session dengan diki beatboxer. Namun malam itu kimugn dan hendra sepakat memainkan pirigan awal karena lebih simple dan pendek. Pirigan new York yang rancak emmang cocok untuk lagu-lagu pendek tidak berpanjang-panjang karena jika demikian pola rancak dalam new York hanya akan membosankan belaka. Kimungmenambahkan, “Whaa capee cuuu tong panjang2 teuing… new York the piriganna edun pisan hahahaha…!” kimung memang merancang pirigan gong new York dalam kombinasi tepukan jemari dan telapak tangan agar suara gong bisa lebih variatif. Secara umum musik lagu new York sudah fiks 98% malam itu. O iyaa lagu ini juga disarankan untuk diganti judulnya oleh mang utun, lebih disesuaikan dengan konten local. Namun belum ada judul dan lirik yang pasti untuk lagu ini. Secara lirik lagu ini baru 2 % beres.

Sehabis new York karat rehat sejenak berbaur dengan yanghadir. O iyaa sempat ada boit, mas tri, dan bunga putrinya yg cantik datang ke commonroom mengantarkan buku tiga angka enam untuk tiara dan agung jekomik. Setelah rehat karat kembali melatihkan lagu-lagu itu. Karat kembali memantapkan blues dengan irigan gitar cuky. Ada beberapa pola bleus dimainkan untuk berlatih terbiasa dengan musik ini. Karat juga berlatih dua lagu koil, kenyataan dalam dunia fantasi dan lagu hujan. Sebelum akhrnya mereka tersadar bahwa malam itu sudah hamper jam dua pagi. Latihan akhirnya usai dini hari itu.

The pigs has won tonight, now they can all sleep soundly. And everything is alright…

Jadwal manggung Karat Februari 2010
11 februari di Commonroom, ultah profesor
13 februari di Galeri Jeihan, launching buku Pamali#2 karya Norvan Pecandupagi
24, 25, 26, 27, 28 februari, acara belum jelas tapi sudah dijadwalkan, segera update!

10 playlist Jon 666 : tarawangsa, the doors, john lennon, koil, paquita, sonic youth, jimi Hendrix, nine inch nails, dying fetus, carcass

Movie : The Doors (Oliver Stone)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: