Zine-zine di Ujungberung Rebels

ZINE-ZINE DI UJUNGBERUNG REBELS

 

Salah satu indikator perkembangan sebuah komunitas dpt diukur dr keberadaan zine sbg salah satu alat informasi & komunikasi antar & antara komunitas. Dinamika perkembangan komunitas dpt ditelusuri dr sgl yg diberitakan dalam zine, baik bersifat jurnalisme ataupun wacana & sejarah.

Di Ujungberung Rebels (selanjutnya Uberebels), dlm kurun waktu 12 thn setidaknya ada 9 buah zine yg merekam dinamika perkembangan scene. Zine2 tsb adalah Revograms (1995-1997), Ujungberung Update (1998-1999), Loud n’ Freaks (1999), Crypt of the Abyss (1999), The Evening Sun (1999), Rottrevore Magz (1999-2004), New Noise (2000-2003), MinorBacaanKecil (2003-…), dan Totalokal (2005-…).

Revograms

Revograms selalu disebut2 sbg zine pertama di scene musik bawahtanah Indonesia. Zine ini digagas Dinan sbg salah satu manifestasi Extreme Noise Grinding, selain jg sbg corong propaganda event Bandung Berisik I.Revograms#1 terbit Maret 1995. Covernya gambar tangan Dinan, wajah monster ular dikelilingi tengkorak2 & wajah2 jiwa yg tersiksa di sekelilingnya. Di bawahnya ada tulisan dr rugos : Total Local Underground Info. Edisi ini digarap tim redaksi yg beranggotakan Ivan, Kimung, Dani, Dadan, Agus, Yayat & Gatot. Ivan, sang pemred menamai tim ini Tim Krucil Revograms. Dinan, editor, mengawasi tim ini, jg lini advertising (Agus), product sales (Ipunk & Yayat), editor foto (Sule), dan kontributor (Kang Soleh & Kang Bey). Markas redaksi di Jln Rumah Sakit No.72 Ujungberung dan markas distibusi di Palapa Photo Studio, Jl. Raya Ujungberung No.118. Di bawah informasi kru Revograms, Ivan menggambar komik pemuda metal mengacungan 2 jari simbol peace, dgn tulisan “No Posers! No Drugs! No Violence, Peace & Get a Better Life!”

Revograms#1 memuat 9 rubrik : “Graveyard Sound” (pengantar redaksi), “The Intruder” (wawancara), “Live Review” (liputan), “Cartoon Crew” (komik), “Black Isssue” (info band2 luar negeri), “Minded Mania” (info band2 lokal), dan “Dealer” (kolom iklan dgn biaya 1000 perak per-iklan). Revograms Vol.1 ditutup oleh back-cover propaganda merchandise ENG. Edisi ini 98% pengerjaannya kolase handmade. Pengantar redaksi dan live review benar-benar ditulis tangan oleh Ivan. Foto2 & artikel yg ditik dan print dilayout dgn sistem gunting-tempel di atas latar hitam, hlmn majalah horror luar negeri, atau kertas bergambar tangan Dinan.

Revograms#2 terbit Juli 1995. Di lini editor, kini Dinan didampingi Yayat, Dani (bendahara), Kang Soleh & Kang Bey (kontributor), advertising (Agus), editor foto (Sule), sementara tim redaksi kini adalah Ivan, Ipunk, Gatot & Georgy. Produk2 merchandise ditangani ENG Co. & distribusi ditangani Palapa Studio. Revograms#2 msh memuat rubrik yg sama, dgn penambahan rubrik ENG, Quiz & Demo Tape Promotion. Proses kreatifnya tdk jauh berbeda. Masih kolase gunting-tempel.

Di edisi#4, Revograms bersinergi dgn Graveyard Production-nya Mas Harry Surabaya, terbit Juli 1997 bbrp waktu sblm Bandung Berisik II. Pergelaran ini jg yg menjadi fokus utama Dinan dgn memajang iklan Bandung Berisik II yg provokatif di halaman depan & tengah. Dr iklan tsb, terlihat bgmn sinergi ENG yg telah menggurita dgn komunitas-komunitas di lain seluruh Indonesia. Sinergi ini diperkuat dgn pemuatan informasi Most Wanted Distributors musik metal bawahtanah di Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, Yogyakarta & Bali. Jaringan ini, selain mencakup peredaran merchandise band, jg kerja sama event musik & sharing media informasi & komunikasi. Di edisi ini Dinan kini menangani semua sendirian, hanya dibantu Mas Harry dr Surabaya. Dinan bahkan mengerjakan produksi Revograms#4 Juni 1997 di Surabaya. Ia jg memindahkan alamat Revograms ke rumahnya di Jl. Riung Karya Juang I No.12 Bandung 40295.

Revograms#4 dibagi tanpa rubrikasi, hanya menuliskan daftar bahasan & liputan. Ia mengulas band Rotten Corpse, Retribeauty, Trauma, Anti Septeic & Step Forward, mewawancara Burgerkill, meresensi kaset2 Forgotten, Grausig, Rotten Corpse, Perish, Eternal Madness, Turtles Jr., menuliskan essay mengenai sejarah Ujungberung dlm artikel “Bandung Timur Most Wanted”, serta memajang reaksi musisi dari kota-kota di Indonesia atas fitnah yang dimuat media besar Tabloid Adil yang memuat berita mengenai satanisme di kalangan musisi bawahtanah Indonesia. Ia jg memajang poster2 propaganda, terutama yg berkaitan dgn Bandung Berisik II. Di akhir essay “Bandung Timur Most Wanted”, Dinan menuliskan semangat juang para pentolan komunitas musik bawahtanah Ujungberung :

Community bawah tanah Bandung Timur People yg hidup di bawah standar umum sosial tidak membuat mereka mengeluh kelamaan. Orang-orang spt Yayat (Jasad), Amank (Embalmed), Andries (Sonic Torment), Ara (Naked Truth), & Addi (Forgotten), mereka adalah orang-orang yang tanpa lelah terus berusaha & berkarya mendedikasikan seluruh hidupnya untuk musik & community dunia bawah underground Bandung. mereka memang bukan yang pertama & yg terbaik, tapi mereka yakin bahwa mereka tidak mau jadi yg terakhir… How about you?

 

Ujungberung Update

Ujungberung Update digagas Addy Gembel, Amenk & Sule. Update dibuat sbg corong propaganda kompilasi Ujungberung Rebels & berbentuk selembaran A3. Ketika terbit Juni 1998, Update#1 lsg menghajar dgn kritik sosial thd kondisi krisis moneter & bgt banyak politisi oportunis, seniman, musisi, dll yg bagi anak2 Uberebels tak lebih di pahlawan kesiangan yg cuma posing belaka. Essay yg ditulis Addy Gembel itu jg memepertanyakan kembali nilai2 & komitmen yg kuat dlm kutur musik bawahtanah serta perkenalan konsep & prinsip2 komunitas Ujungberung Rebels. Di akhir wacana, Gembel memperkenalkan 14 band Ujungberung Rebels, yaitu Burgerkill, Impure, Dining Out, Disinfected, Restless, Jasad, The Cruels, naked Truth, Disorder Lies, Sacrilegious, Suffer Remains, Beside, Forgotten, Bedebah, dan Ekstrim Kanan. Di hlmn selanjutnya Update memuat dua rubrik, yaitu “BISU”(Brutal Issue Selebritis Ujungberung), dan “Rebel Attitude”. Keduanya merupakan kolom gosip kalangan anak2 Ujungberung. Dua kolom ini lalu tenar dgn sebutan “Gogon” atau “Gosip-gosip Underground.”

Di edisi kedua, Maret 1999, Gembel kembali menghajar tatanan pemikiran komunitas dgn

Intro “Manusia Dikutuk untuk Bebas.”, sebuah propaganda yang lain tentang memutuskan sendiri bagaimana cara untuk hidup sekaligus menyoroti cap band komersil kepada band2 Uberebels hanya krn mrk meminta bayaran kepada pihak penyelenggara event atas nama slogan yg penyeleggara bikin sendiri : “Support Your Local Underground Bands!”  Di hlmn belakang, Gembel mempublis surat cintanya “Surat Cinta Homeless Crew”, yg pd hakikatnya pengenalan eksistensi attitude bawahtanah, sgala pertentangan & kompleksitas hubungan sosialnya dgn masyarakat banyak, hingga ke hubungan yg paling personal : percintaan.

 

Loud n’ Freaks

Loud n Freaks digagas Toto Burgerkill (editor), Feby Balcony (desain), & Pam Runtah (kontributor). Ini adalah zine khusus penggemar hardcore & memuat info2 ttg hardcore serta gaya hidupnya dgn markas di Jl. Golf D2/1B Cisaranten Ujungberung.. Edisi#1 terbit Januari 1999 dgn rubrik Core (redaksional), Essay2 (ada empat “Underground kembali ke Do It Yourself”, “Jangan Gunakan XXX Sembarangan”, “Anarki Apakah Bisa Eksis di Republik Indonesia”, dan “Borok Attitude Masih Perlukah Dianggap Rendah”), World Wide Hardcore Scene (info scene hardcore dunia), Wawancara (Forgotten, Savor of Filth, Turtles Jr., Reportase Show, Bandung Underground Info, Review Band (Take A Stand & Disinfected), Review Musik (Balcony, CoreTex, Friday 13th, Forgotten, Grill Salmon, Impious, Jeruji, Kekal, Naked Truth, Noin Bullet, Turtles Jr.) Review Fanzine (Tigabelas#1, Pangcore#3&4, Over the Edge#9, Revolted#1, The Kan Du#1, In Effect, International Straight Edge Bulletin, Reflection, Lion City Skins, Neptune), dan Ending. Di Ending, Toto menulis : “Kami benar-benar ingin mempertahankan fanzine ini sehingga kita akan kembali bekerja untuk edisi mendatang. Mudah-mudahan kami tidak mendapat banyak masalah yang berarti dan dengan cepat dapat menjumpai kalian semua. Kalian yang mendukung penuh dan antusias, tunggu apa lagi… Label, distro, band, individu, atau siapa saja, ditunggu kontribusinya. See you…” Loud n’ Freaks memang hanya bertahan satu terbitan lagi, namun dari struktur penempatan rubrikasi para penggagas semakin menyetarakan scene lokal dan scene global.

 

Crypt of the Abyss

Crypt of the Abyss digagas Opik Sacrilegious, berisi info2 black metal. Di edisi pertama tanpa tedeng aling2 Opik membuka Crypt dengan What the Hell Inside this Isuue (isi), sebuah Introduction (pengantar dengan ilustrasi bintang porno Asia Carerra) dan The Enlightment. Crypt mereview band Incantation, Arcanum (lokal), Celestral (lokal), Point Blank (lokal), Virus Politik (lokal), Vile Intent, Jasad (lokal), Conceal, dan Nocturnal Orchestra (lokal). Dari set ini kita tahu jika pd masa ini pemuatan rubrikasi review band telah lepas dari batasan Negara. Segalanya sudah semakin mencair dan band2 lokal sudah dianggap sejajar dengan band2 luar negeri.

Untuk dukungannya terhadap scene musik local, Cryp punya rubrik Disorderly Trunks of Unusually Crypt Tempest, mereview band The Abyss, Marduk, Disinfected, Decay, Sacrilegious, Amalthea, v.a Brutally Sickness Vol.2,  Forgotten, Victim of Rage, Injected Sufferage, Naked Truth, Sepultura, Motor Death, Unseen Darkness, Embalmer, Dimmu Borgir, dan v.a Death is Just the Beginning Vol.4. Crypt jg memuat review zine-zine lokal seperti Morbid Noise Zine & Gerilya Underground Fanzine, selain mengiklankan The Evening Sun.

Untuk berita, Crypt punya rubric News, Whole Sale Price List June-July 1999 Focflame Records Bandung, dan Scene Report Ujungberung Rebels yang memuat kabar2 terbaru anak2 Uberrebels. Crypt juga memuat iklan Rebel Sound & Rebelliondgn produksi merchandise Burgerkill Every Mother’s Nightmare dan Everything Sucks, Disinfected logo dan Within Subsconcious Mind, serta Forgotten Obsesi Mati.

 

The Evening Sun

Majalah gothic pertama di Indonesia yang digagasDani, salah satu pionir Uberebels, penabuh drum Jasad dan pendiri band gothic, Restless. The Evening Sun memuat artikel mengenai sejarah gothic, musik, scene gothic lokal dan luar negeri, dan perkembangannya kini. Memuat wawancara Within Temptation, Pilori, ulasan mengenai Theater Tragedy, Sirrah, dan segala macam pergothikan. The Evening Sun hanya satu kali terbit pada Oktober 1999.

 

Rottrevore Magz

Rottrevore adalah majalah tergaya di di Uberebels. Inilah satu2nya zine yg dicetak dgn kualitas baik. Rotrevore digagas Ferly, Rio, dan Andre. Rottrevoe juga dapat disebut sebagai zine metal bawahtanah terbaik yang pernah ada di Indonesia baik dalam sisi tataletak maupun dalam isi. Wacana yang diangkat lebih mendalam santai, namun tak mengurangi kegaharan sebuah zine metal yang seharusnya. Rottrevore selalu menggunakan kertas buram, dan di siniliah pemberontakan itu ada. Sebagai zine yang berpihak kepada musik bawahtanah, Rottrevore memang yg terbaik.

 

 

 

New Noise

Setelah Loud n Freaks tak berjalan, Toto berkolaborasi dengan Eben untuk menerbitkan sebuah zine hardcore, metal, dan punks. Zine mereka berdua adalah New Noise, menampilkan kabar-kabar terbaru mengenai scene metal, hardcore, dan punk. New Noise terbit lima kali sepanjang 2000 hingga 2003. Formatnya sudah jauh lebih baik dari zine-zine yang sudah pernah terbit. Dilayout oleh Eben dalam Adobe Photoshop dan CorelDraw.

 

MinorBacaanKecil

MinorBacaanKecil—selanjutnya Minor saja—sebenarnya tdk bersinggungan lsg dgn Uberebels, selain dibuat o/ Kimung yg notabene besar di Uberebels. Minor dibuat tahun 2003 oleh Norvan, Kimung, Congor, Popup, Danive, Hana, Nyda, dan Sundea di Negeri di Awan, Sastra Unpad. Setelah edisi ke 9 barulah Minor bersinggungan dengan Uberebels, ketika Minor memuat Ujungberung Update sebagai rubrik tetapnya. Pemuatan ini adalah salah satu upaya dukungan Minor thd penerbitan buku Panceg Dina Jalur : Ujungberung Rebels yg akan ditulis Kimung & Addy Gembel dan diterbitkan Minor Books 2008. Sebelumnya, Uberebels sempat bersinergi juga dgn Minor melalui sayap penerbitannya, Minor Books. Minor Books memulai debutnya dgn menerbitkan buku kumpulan cerpen karya Addy Gembel, Minor Books 14 Agustus 2004. Yang paling update dan fenomenal, tentu saja penerbitan buku Myself : Scumbag Beyond Life and Death, sebuah biografi Ivan Scumbag karya Kimung yang diterbitkan Minor Books, 11 November 2007.

 

Totalokal

Totalokal digagas Pei, Aas, dan Asmo sejak Februari 2007, sebagai manifestasi dari propaganda “Never Grow Up” yang digagas Distribute. Edisi pertamanya mengangkat judul Totalokal Listen to the Children. Totalokal punya rubrik Band Highlight,  di edisi pertama memuat review Pitfall dan wawancara Bedaxsaripohacy. Totalokal lalu memulai propaganda merchandise mereka dgn desain2 merchandise utk bayi & anak2, semua produk Parental Advisory dan Distrubute. Namun tak lama beriklan, Totalokal segera menghajar dgn Issue : “Lawan Human Trafficking” dan essay

“NGU#4 the Newsletter on Children Behalf : What’s Beyond Growing Up” yang merupakan perkenalan propaganda Never Grow Up. Totalokal#1 juga memuat sebuah hotspot seni di Bandung, Jendela Ide Kids Percussion dan sk8par anak, The Neverlands, di depan markas Distribute, Baranangsiang, Kosambi, Bandung.

Di edisi lainnya, terbit Februari 2008, Totalokal A Never Grow Up Zine hadir menyikapi tragedi AACC dan menjadi salah satu informasi yang banyak dibaca selain Minor. Totalokal menjadi salah satu propaganda penggalangan dana sekaligus media ucapan belasungkawa & pengguliran wacana mengenai subkultur “underground”.Edisi ini Totalokal jg memuat info Yayasan Adikaka, The Neverlands, wawancara bomber lokal Kiddy, essay “History of Grafitti 1960-1980”, review:D’Army, Rabies, Koil, Burgerkill, Superabundance, & buku karya Kimung, Myself Scumbag Beyond Life and Death, Minor Books, November 2007, dan reportase National Skateboarding Championship 2007,  Margo City, Depok, 25 Nov 2007.

 

***

 

Iraha aya zine anyar deui atuh euy??? Asa barosen yeuh!!!//kims, drinkim_beam@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: