Jazz Break Thru the Ages#2

Jazz : Break thru’ the Ages II

 

Cool Jazz

Awal 1940-an, saksofonis tenor Lester Young, Count Basie, gitaris Charlie Christian & Benny Goodman melakukan ekspreimen yg hebat dlm musik jazz. Eksperimen tsb terutama dlm sound & style improvisasi yg lebih lembut Gaya permainan mrk dikenal sebagai Cool Jazz.

Pada 1948, saksofonis Stan Getz merekam solo Ralph Burn & Woody Herman band yg lembut & romantis berjudul Early Autumn. Rekaman ini berpengaruh besar thd musisi2 muda. Pd 1949 & 1950 pemain trompet Miles Davis, saksofonis Lee Konitz, saksofonis bariton Gerry Mulligan & aranger Gil Evans merekam beberapa komposisi lagu yg begitu kental cool jazz : sound instrumen yg lembut, beat yg lambat, serta menghadirkan orkestra yg terdiri dari french horn & tuba. Titi mangsa direkamnya komposisi2 tsb kemudian dikenal sebagai “The Birth of the Cool”.

 

Persebaran Jazz

Pd 1940-an dan 1950-an bentuk2 cantik bebop dan cool jazz mulai disukai secara luas oleh masyarakat terutama kaum intelektual & para mahasiswa. Konser2 jazz pun menjadi populer. Kelompok2 jazz mengadakan konser2 yg disebut Jazz at the Pilharmonic. Perkembangan ini dibantu oleh teknologi rekaman 331/3 rpm long-playing (LP) yg menyempurnakan teknologi rekaman 78 rpm (ada sejak 1930-an). Selama 1950-an musisi2 dr berbagai negara membuktikan diri sebagai jazz performer melalui rekaman2 dan konser2. Musisi2 jazz dr Swedia, Prancis, Jerman, Jepang, dll berbondong2 masuk ke AS. Yg lalu terkenal adalah gitaris Django Reinhardt dari Belgia & George Shearing, pianis tunanetra kelahiran Inggris yg berimigrasi thn 1947.

Pd 1954 festival jazz se-Amerika pertama kali diadakan di Newport, Rhode Island. Setelah itu secara berturutan festival serupa diselenggarakan di Monterey-California, New Yor City, Chicago, Nice-Prancis, Montreux-Switzerland, Warsaw-Polandia, Berlin-Jerman, & tempat2 lainnya di seluruh dunia.

 

New Directions

Sejak 1950-an jazz berkembang lebih eksperimental. Jazz mulai mengetengahkan permainan instrumen non-tradisional seperti french-horn & bass flute. Aransemen pun tdk melulu western. Nada2 Afrika, India & Timur Jauh mulai dieksplorasi.

Akhir 1950-an, John Lewis, pemimpin Modern Jazz Quarter, berkerja sama dgn komposer musik klasik Gunther Schuller menulis & memainkan musik klasik yg dikombinasikan dgn elemen jazz modern. Jenis musik tsb dinamai third stream music. Periode ini ditandai juga dgn disusunnya teori model2 jazz oleh George Russell & direkamnya komposisi band kombo Miles Davis bersama pianis Bill Evans serta saksofonis John Coltrane & Cannonball Adderley pd 1959.

Pd 1960, saksofonis Ornette Coleman membentuk ide baru ttg jazz dgn merilis album Free Jazz. Dlm hal komposisi, ia mengesampingkan harmoni, melodi, ritmik, juga mengeksplorasi improvisasi jazz tanpa kunci nada yg jelas. Gaya ini lalu dikenal sbg atonally. Musisi2 lainnya adalah pianis Cecil Taylor & basis Charles Mingus. Segera, gaya ini membentuk paradigma baru ttg jazz terutama di kalangan musisi muda.

Dipelopori John Coltrane, pd 1960-an musik tradisional India menjadi pengaruh yg besar bagi perkembangan jazz. Selain itu, musisi2 jazz jg mulai menggunakan ukuran kord yg tdk biasa spt 5/4, 7/4, dan 9/8.

 

Fusion

Pd 1970-an musisi jazz bereksperimen mencampurkan jazz dgn rock menjadi suatu bentuk baru yg dinamakan fusion. Bentuk ini adalah campuran melodik & improvisasi jazz dgn rhythm & instrumen musik rock. Musik elektronik lalu menjadi bagian penting dlm fusion. Para pianis jazz cenderung mengeksplorasi sound2 synthesizer. Para pemain horn dan string mulai memperguakan instrumen elektrik utk menghasilkan sound yg lebih variatif, distortif & intens. Banyak musisi jazz baru yg terkenal krn memainkan fusion. Beberapa di antaranya adalah gitaris George Benson, pemain trompet Donald Byrd & Miles Davis, pianis Herbie Hancock, serta 2 band kombo Weather Report & The Mahavishnu Orchestra.

Di saat bersamaan, beberapa musisi veteran jazz kembali populer dgn memimpin band2 mrk sendiri yg memainkan swing, bebop & cool jazz. Mrk adalah Stan Getz, Dizzy Gillespie, Woody Herman, Gerry Mulligan & Oscar Peterson.

 

Perkembangan Selanjutnya

Selama 1980-an musisi2 muda muncul memainkan mainstream jazz. Bentuk ini mencakup elemen swing, bebop & cool jazz. Dua di antaranya adalah pemain trompet Wynton Marsalis & saudaranya Brandford Marsalis yg terkenal brilyan memainkan jazz dan musik klasik. Beberapa musisi muda tetap memainkan fusion dan memunculkan nama2 spt pemain trompet Randy Brecker & saksofonis Michael Brecker serta saksofonis tenor Jane Ira Bloom yg juga terkenal dgn permainan syn-nya.

Memasuki 1990-an, jazz lebih didominasi ‘nilai2 lama’ yg dimodif gaya baru. Mereka memilih memainkan instrumen akustik drpd elektrik, menggunakan struktur patern formal drpd permainan yg total freedom, serta cenderung kembali ke akar jazz drpd mengejar jazz modern. Musik yg pernah dimainkan para musisi tua kembali diminati secara luas. Musisi2 veteran spt pemain trombone J.J. Johnson serta saksofonis Joe Henderson & Sony Rollins memiliki audiens baru di kalangan kaum muda. Selain itu, musisi muda yg pernah menonjol pd era 1980-an seperti pemain trompet Roy Hargrove & Wynton Marsalis, gitaris Pat Metheney, pemain trombon Steve Turre & Ray Anderson, serta pianis Chick Korea kembali terkenal di akhir 1990-an.

Bbrp musisi muda populer memainkan “straight-ahead jazz” yg merefleksikan gaya mainstream. Mrk adalah saksofonis Joshua Redman & Donald Harrison, basis Christian McBride, pemain trompet Terence Blanchard, serta pianis Marcus Robert. Pd saat bersamaan, free jazz style yg berkembang era 1960-an kembali muncul digawangi oleh saksofonis Steve Lacy & Roscoe Mitchell serta pianis John Zorn.

Kini, jazz dimainkan dgn bermacam2 gaya. Bbrp musisi tetap memainkan jazz klasik spt swing dan bebop. Yg lain mencari terobosan baru dgn bereksperimen. The Art Ensamble of Chicago, misalkan, mencampur free jazz, musik tradisional Afrika, instrumen2 eksotis, dan teknik2 musik teatrikal. Grup musik Prime Time, band-nya musisi jazz handal Ornette Coleman, memainkan jazz yg sama sekali bergaya baru.

Di sisi lain perkebangan teknologi juga memegang kunci perkembangan jazz. Komposer jazz muda Michael Daugherty membuktikan bahwa musik jazz juga dapat berinteraksi aktif dgn sound2 komputer. Beberapa musisi jazz bahkan mengawinkan jazz dgn rap yg kental nuansa instrumen elektronik modern.//kims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: