<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kimun666's Weblog</title>
	<atom:link href="http://kimun666.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kimun666.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Apr 2010 03:55:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kimun666.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kimun666's Weblog</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kimun666.wordpress.com/osd.xml" title="Kimun666&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kimun666.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT # 13, 16 APRIL 2010, NICE BOYS DON’T PLAY ROCK N’ ROLL</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/04/18/jurnal-karat-13-16-april-2010-nice-boys-don%e2%80%99t-play-rock-n%e2%80%99-roll/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/04/18/jurnal-karat-13-16-april-2010-nice-boys-don%e2%80%99t-play-rock-n%e2%80%99-roll/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 03:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT # 13, 16 APRIL 2010, NICE BOYS DON’T PLAY ROCK N’ ROLL Asuhan Jon 666 Minggu, 11 April, Obrolan dgn Yayat di nikahan Buyung Di nikahan Buyung ini Karat &#38; Burgerkill dijadwalkan manggung. Namun sayang ternyata cuaca sangat tidak memungkinkan karena hujan turun deras disertai dordar gelap. Sambil kongkow menikmati kebersamaan kawan-kawan lama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=89&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JURNAL KARAT # 13, 16 APRIL 2010, NICE BOYS DON’T PLAY ROCK N’ ROLL</strong></p>
<p>Asuhan Jon 666</p>
<p><strong>Minggu, 11 April, Obrolan dgn Yayat di nikahan Buyung</strong></p>
<p>Di nikahan Buyung ini Karat &amp; Burgerkill dijadwalkan manggung. Namun sayang ternyata cuaca sangat tidak memungkinkan karena hujan turun deras disertai dordar gelap. Sambil kongkow menikmati kebersamaan kawan-kawan lama dan kebahagiaan pernikahan Buyung – Risma, anak-anak Ujungberung Rebels ngobrol.</p>
<p>Ada Yayat, Bu Ika, Kimung, Hendra, Agung, istrinya Agung, Ugunk, dan beberapa kawan lainnya. Obrolan awalnya adalah antusias dan apresiasi Yayat pada kolaborasi Burgerkill Berkarat di Tiga Titik Hitam, MTV Studio kemarin. Obrolan berkembang ke rekaman Karat. Bicara ini juga Yayat tak kalah antusias. Ia menanyakan sejauh mana kesiapan Karat untuk merekam lagu-lagunya kepada Kimung. Kimung segera cerita tentang rencana-rencana persiapan rekaman si Karat, termasuk hal teknis seperti system rekaman live atau track dan penggunaan metrpnom. Di luar dugaan Yayat menyebutkan jika proses rekaman terbaik untuk si karat adalah dengan sistem live, namun dengan pemisahan ruang para musisi sesuai karakter suara yang dimainkan dari waditra. Penyekatan dilakukan antara pemain karinding, celempung, dan waditra lain seperti toleat, suling, dan vokal. Nuansa live bagi Yayat akan mendokumentasikan secara utuh nuansa kebersamaan dan spontanitas yang dibangun dari proses kreatif waditra tradisional, termasuk karinding dan celempung. Itu juga sebabnya Yayat cenderung tidak menyarankan untuk memakai metronom walaupun tetap ini bisa dilakukan.</p>
<p>“Urang ngiluan heula latihan lah, haying ingali heula uy. Mun latihan bejaan heeuh..” tandas Yayat saat itu.</p>
<p>Antusiasme, Yayat tularkan ke Agung untuk menyelipkan permainan karinding yang dimainkan bersama ebow. Agung memperlihatkan antusiasme yg tinggi  dengan ini dan ia akan pikirkan itu. Yayat juga mengutarakan keinginanya untuk merecycle “Tiga Titik Hitam”dalam aransemen Burgerkill vs Karat. Agung sangat bersemangat dengan ide ini. Hajar terus rekaman Burgerkill!!!! Ya guys rockkkk!!!!</p>
<p><strong>Selasa Ceria, 13 April</strong></p>
<p>Berkumpul di GIM untuk beberes markas rahasia berlatih komposisi Karat!!!</p>
<p><strong>Jumat Kramat, 16 April</strong></p>
<p>Ada banyak agenda :</p>
<p>-          Berkumpulnya tiga film maker yang berencana membuat video tentang karinding. Yang pertama Esa &amp; Yoko dari Stisi yang pengen bikin video documenter karinding secara global, trus genk Unikom yang membuat TA bikin klip “Hampura Ma” dan juga beberapa footage mengenai perkembangan karinding di Kota Bandung, trus Viki Rascall dari Bandung Oral History yang berencana menggarap film Karat untuk diikutsertakan dalam Eagle Award. Kimung yang juga berencana bikin film dokumen karinding bersama Tatarukur harus mundur dan bangga melihat antusiasme anak2 muda itu.</p>
<p>-          Bahas rancangan klip “Hampura Ma” oleh anak-anak Unikom : Konsep sudah oke brayy, sok atuh geura hancas!!! Pesan Karat mah omat jangan lebay klipnya, ap lg pas eksplorasi teatrikal. Meliuk-liuk boleh tapi jangan berlebihan yess ^^ I believe ya guys gonna rock the vid, so carry on sex pistols!!!</p>
<p>-          Bahas rencana rekaman : akan merespon keinginan Boyat buat garap Karat. Sebuah kebanggaan dapat digarap si seukeut ceuli Yayat Boyat legenda engineering music metal Bandung. Dan karenanya akan mulai melibatkan Boyat di setiap latihan sebelum masuk studio.</p>
<p>-          Brifing buat gig tgl 18 April di Unpas : Tak ada kata sepakat hahahahahaaa…</p>
<p>-          Garap lagu baru. Yang tergarap cuma “Burial Buncelik”. Awesome poll poll!! Ini duet Man &amp; Okid. Pirigan celempung Mang Hendra juga poll poll!!! Ada tiga lagu lainnya yang masih menanti segera diselesaikan.</p>
<p>Jumat Kramat ini juga sangat ramai. Karat Cuma Ki Amenk yang absen, banyak kawan berkunjung, selain esa dari Stisi, anak2 Unikom, Viki, ada juga Andra Ziggie Wiggy yang akhirnya bergabung ikut latihan celempungan sama si Karat, dan juga silaturahmi anak-anak Buah Batu yang hadir dalam seragam jaket yang kokiks mang, dan menjelang malam datang Elisa dengan kue cengkehnya yang yuummiiee ^^ O iya, Elisa, Andra, Kate, dan Reggie rencananya jadi model klip “Hampura Ma” kayanyaa.. Rame ajah pokonya hheuu…</p>
<p>Minggu manggung di Unpas Taman Sari&#8230;  Smoga lancars smuahh muaahh muaahh… Yuuuuu ^^</p>
<p>Bersambung!</p>
<p>10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, The Beatles, Frans Ferdinand, Burgerkill, Lighthouse Family, Avril Lavigne, Nat King Cole, Rolling Stones, Carcass, Deicide</p>
<p>Books : Pamali 2 asuhan Kak Norvan Pecandupagi, naskah buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels by Kimun666</p>
<p>Movie : The US vs John Lennon</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=89&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/04/18/jurnal-karat-13-16-april-2010-nice-boys-don%e2%80%99t-play-rock-n%e2%80%99-roll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL BOH  FORUM KEMISAN 11 MARET 2010 Diskusi Sejarah GMR FM, Workshop BOH Gelombang 2, Historiografi Tradisional</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/16/jurnal-boh-forum-kemisan-11-maret-2010-diskusi-sejarah-gmr-fm-workshop-boh-gelombang-2-historiografi-tradisional/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/16/jurnal-boh-forum-kemisan-11-maret-2010-diskusi-sejarah-gmr-fm-workshop-boh-gelombang-2-historiografi-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 01:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bandung oral history]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL BOH  FORUM KEMISAN 11 MARET 2010 Diskusi Sejarah GMR FM, Workshop BOH Gelombang 2, Historiografi Tradisional Oleh Kimun666 Ada tiga agenda utama yang dibahas BOH dalam Forum Kemisan kesempatan kali ini. Tiga agenda tersebut adalah rencana diskusi dua bulanan BOH yang rencananya kali ini akan ngaguar sejarah GMR FM, sebuah riset yang dilakukan Dian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=87&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL BOH  FORUM KEMISAN 11 MARET 2010<br />
Diskusi Sejarah GMR FM, Workshop BOH Gelombang 2, Historiografi Tradisional</p>
<p>Oleh Kimun666</p>
<p>Ada tiga agenda utama yang dibahas BOH dalam Forum Kemisan kesempatan kali ini. Tiga agenda tersebut adalah rencana diskusi dua bulanan BOH yang rencananya kali ini akan ngaguar sejarah GMR FM, sebuah riset yang dilakukan Dian AQ Maulana, rencana workshop BOH gelombang ke dua, dan materi mengenai Historiografi Indonesia. Mari kita ikuti satu-satu.</p>
<p>Diskusi Publik Dua Bulanan BOH : Sejarah GMR FM</p>
<p>Sejarah GMR FM adalah tema yang digarap oleh Dian AQ Maulana sebagai ranah risetnya di BOH. Tema ini sudah ia kerjakan selama setahun ini dans ejak akhir 2009 disepakati menjadi salah satu tema yang akan dikedepankan dalam diskusi dua bulanan BOH. Awalnya diskusi tema sejarah GMR FM ini akan urung dilaksanakan karena Dian AQ Maulana berkali-kali menegaskan ketidaksiapannya. Kimung juga awalnya mengiyakan ketidaksiapan itu. Namun demikian ketika bercakap lagui dengan reggie hari selasa tanggal 9 Maret 2010 mengenai revitalisasi program BOH tahun ini, semangat Kimung untuk mengangkat sejarah GMR FM di Forum Kemisan kembali menyala. Dalam jurnalnya Reggi menegaskan pentingnya diskusi mengenai sejarah GMR FM sebagai titik tolak perkembangan scene musik rock di Kota Bandung awal tahun 1990an.</p>
<p>Disoroti, masa itu perkembangan musik rock di Kota Bandung sangatlah pesat dan GMR adalah salah satu sumber informasi yang paling penting dalam mendukung perkembangan ini. Dibandingkan dengan banjir informasi masa kini, dinamika perkembangan tahun 1990an dengan ikon GMR FM nya memang sangat fenomenal. Stasiun radio ni mampu membuat sebuah pergeseran nilai yang pada gilirannya membentuk wajah music rock Bandung seperti hari ini. Hari ini, walau begitu banyak informasi di luaran sana mengenai msuik rock dan metal, dinamika perkembangan kaum muda di Kota bandung tak pernah bisa segairah zaman GMR lagi. Fenomena inilah yang menarik untuk dibahas dan dipelajari bersama dalam diskusi sejarah GMR ini.</p>
<p>Forum Kemisan minggu ini—dihadiri Kimung, Reggi, Addy Gembel, Zia, Arief, Viki, dan Andri—membahas latang belakang pembahasan diskusi sejarah GMR FM meliputi latar belakang diskusi, berbagai topik yang akan diangkat, hingga penyusunan kepanitiaan yang kemudian sepakat memilih Zia untuk menjadi head project diskusi ini. Diskusi ini rencananya akan digelar 25 Maret 2010 di Commonroom, mengetengahkan sumber pembicara Arin, Ridwan, Bey, Ugun, Dian AQ maulana, serta beberapa scenester senior yang seangakatan dengan GMR FM. Untuk lebih lengkapnya report diskusi akan segera diupload.</p>
<p>Untuk sementara, simaklah abstrak penelitian Dian AQ maulana mengenai sejarah GMR FM,</p>
<p>&#8220;GMR DAN PENGARUHNYA TERHADAP SCENE MUSIK ROCK DI BANDUNG 1991-1999</p>
<p>Radio dan musik adalah dua buah sisi mata uang yang berbeda, tapi merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Radio dan musik memiliki simbiosis yang saling berkaitan dan memiliki dinamika yang tidak dapat dipisahkan antara keduanya. Radio akan selalu membutuhkan berbagai lagu untuk playlist ataupun untuk memperkuat image mereka dan di sisi lain band membutuhkan radio untuk memperkenalkan karya mereka.</p>
<p>“Generasi Muda Radio Rock Station” adalah sebuah radio swasta di Bandung, metamorfosis dari radio sebelumnya ”YG; Young Generation”. GMR dalam perkembangannya selalu memutarkan lagu-lagu rock, beberapa acara yang menjadi legenda dalam dinamika GMR diantaranya Sixsix dan Sunday Rock. Dalam biografi Ivan Scumbag ”My Self SCUMBAG; beyond life and death ” di halaman 26 kimung menulis, bagaimana GMR khususnya acara Sixsix sangat mempengaruhi ivan CS di kala itu/ tahun 1993.<br />
Berdasarkan dari sanalah saya pribadi ingin menulis bagaimana sebenarnya pengaruh GMR radi ini terhadap scene music rock di kota Bandung. Karena seperti kita ketehaui pas band, sebuah band pioneer indie kota Bandung, terlahir dikarenakan adanya radio ini.&#8221;</p>
<p>Uraian di atas adalah sebuah hal yang penting dan menarik untuk dikaji lebih mendalam, agar sebuah dinamika yang lahir dari GMR dalam jenjang tahun 1991-1999 ini tidak hanya diingat segelintir orang apalagi bila hanya jadi sebuah sejarah saja.</p>
<p>Workshop Gelombang Ke Dua Bandung Oral History April 2010</p>
<p>Pembahasa kemudian berlanjut ke rencana workshop gelombang ke dua BOH yang rencananya akan digelar sepanjang April. Pembicaraan focus kepada target peserta workshop yang masih ditentukan random, namun mengerucut pada mahasiswa, remaja, dan diutamakan para perempuan. Hal ini ditegaska Reggi untuk lebih memperbanyak peran kaum wanita di scene independen ini, terutama di ranah riset. Perempuan difokuskan karena bagitu banyak sudut pandang yang berbeda akan muncul dari visi feminin. Agar mengikat para perempuan ini untuk terus berada di scene, maka BOH juga menilai harus ada atmosfer baik yang diciptakan oleh BOH agar aspirasi para perempuan bisa difasilitasi.<br />
Masih belum ada perbincangan lebih jauh mengenai workshop ini, namun demikian secara materi pengajaran Kimung sudah beres 90 %, tinggal meikirkan teknis pelaksanaan workshop dan pengajarannya saja. So, pantau saja terus kabar-kabar terbaru dari BOH!!</p>
<p>Historiografi Tradisional</p>
<p>Materi mengenai historiografi tradisional akan di upload secara terpisah dalam tag Materi BOH. So just wait and see oks!</p>
<p>Sampai jumpa Kamis depan!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=87&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/16/jurnal-boh-forum-kemisan-11-maret-2010-diskusi-sejarah-gmr-fm-workshop-boh-gelombang-2-historiografi-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT # 6, JUMAT KRAMAT, BURGERKILL VS KARAT DIUNDUR, KOLABORASI EUROEPE IN DE TROPPEN DI LAGU NEW YORK</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/jurnal-karat-6-jumat-kramat-burgerkill-vs-karat-diundur-kolaborasi-euroepe-in-de-troppen-di-lagu-new-york/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/jurnal-karat-6-jumat-kramat-burgerkill-vs-karat-diundur-kolaborasi-euroepe-in-de-troppen-di-lagu-new-york/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 02:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT # 6, JUMAT KRAMAT BURGERKILL VS KARAT DIUNDUR, KOLABORASI EUROEPE IN DE TROPPEN DI LAGU NEW YORK asuhan jon 666 Minggu, 21 Feb 2010 Musyawarah bandung Death Metal!!! Ada beberapa keputusan penting berkaitan dengan jkoordinasi pergerakan death metal Bandung dan Indonesia. Laporan simak di blog www.kimun666.wordpress.com dan www.bandungoralhistoryproject.wordpress.com hari Selasa 2 Maret 2010. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=85&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL KARAT # 6, JUMAT KRAMAT<br />
BURGERKILL VS KARAT DIUNDUR, KOLABORASI EUROEPE IN DE TROPPEN DI LAGU NEW YORK</p>
<p>asuhan jon 666</p>
<p>Minggu, 21 Feb 2010<br />
Musyawarah bandung Death Metal!!! Ada beberapa keputusan penting berkaitan dengan jkoordinasi pergerakan death metal Bandung dan Indonesia. Laporan simak di blog <a href="http://www.kimun666.wordpress.com/">www.kimun666.wordpress.com</a> dan <a href="http://www.bandungoralhistoryproject.wordpress.com/">www.bandungoralhistoryproject.wordpress.com</a> hari Selasa 2 Maret 2010.<br />
Karat juga ngumpul karena ada wacana hari itu karat ultah. Awalnya mau numpeng, tapi nggak jadi. Sore itu Karat berkumpul dengan semua kawan-kawan yang datang untuk berkumpul dan saling bertemu. Yang lain berlatih tatabeuhan berbagai lagu, terutama lagu “Tiga Tititk Hitam” Burgerkill. Well happy b’day karat!!!</p>
<p>Selasa, 23 Feb 2010<br />
Karat lengkap malam itu. Latihan mulai dari jam delapan malam hingga pukul sepuluh. Burgerkill vs Karat di “Tiga Titik Hitam” mengalami penyempurnaan aransemen. Semua mengalami taraf rasa yang sama da perlahan penyempurnaan music di masing-masing musisi yang bermain mengalir dengan sendirinya. Hamper semua lini instrumen di Karat perlahan mulai bersatu, ngawin seiring dengan begitu banyak perubahan yang terasa sebagaimana mestinya. Sesi rekaman todong yang dilakukan Eben, Man, dan Kimung melalui voice recorder masing-masing bisa dikatakan mencapai kualitas terbaik pula dibandingkan dengan yang sebelumnya karena masing-masing sudah bisa meraba di posisi mana rekorder disimpan sesuai dengan kapasitas penangkapan recorder tersebut.<br />
Lalu biarkan mengalir…<br />
“Tiga Titik Hitam” semakin mendekati bentuknya Selasa itu.</p>
<p>Rabu, 24 Februari 2010<br />
Kimung menginventarisasi beberapa kawih murangkalih (lagu anak-anak) dari buku Pepereni yang ia pinjam dari Bu Winda, guru bahasa Sunda di Sekolah Cendekia Muda. Ini hasil inventarisasi yang dilakukan Kimung,<br />
AYANG-AYANG GUNG<br />
Ayang-ayang gung<br />
Gung goongna rame<br />
Menak Ki Wastanu<br />
Nu jadi wadana<br />
Naha maneh kitu<br />
Tukang olo-olo<br />
Loba anu giruk<br />
Ruket jeung kompeni<br />
Niat jadi pangkat<br />
Katon kagorengan<br />
Ngantos Kangjeng Dalem<br />
Lempa lempi lempong<br />
Ngadu pipi jeung nu ompong<br />
Jalan ka Batawi ngemplong</p>
<p>BULANTOK<br />
Bulantok bulantok<br />
Bulan gede bulan montok<br />
Moncorong sagede batok</p>
<p>Bulantok-bulantok<br />
Aya bulan sagede batok<br />
Bulanting bulanting<br />
Aya bulan sagede piring</p>
<p>CINGCANGKELING<br />
Cingcangkeling<br />
Manuk cingkleung cindeten<br />
Plos ka kolong<br />
Bapa satar buleneng</p>
<p>EUNDEUK EUNDEUKAN<br />
Eundeuk eundeukan<br />
Taraju bawang<br />
Kalmia cipe jae ulae<br />
Sangkayo<br />
Cabok cinde mende<br />
Dodomoyo</p>
<p>Eundeuk eundeukan<br />
Jamparing pegat talina<br />
Aleut-aleutan<br />
Nu kawin euweuh walina</p>
<p>Euleung euy euleung barudak urang ka jami<br />
Embung euy embung sieun badak nu kamari<br />
Euweuh euy euweuh<br />
Geus dibedil ku si Sedet<br />
Detong, det detong<br />
Si Sedet kari sapotong</p>
<p>Jung jae<br />
Balakatanjung jae<br />
Pucuk menyan<br />
Mangsoyi godong malati, riri<br />
Riri nyandung ka putra dalem<br />
Tumenggung Bandung<br />
Bandung tipung polongpong<br />
Saunda-saendo poho<br />
Poho tadi lalajo teu mawa simbut butut!</p>
<p>EUNDEUK EUNDEUKAN LAGONI<br />
Eundeuk eundeukan lagoni<br />
Meunang peucang sahiji<br />
Leupas deui ku nini<br />
Beunang deui ku aki</p>
<p>Eundeuk-eundeukan cangkuang<br />
Bale bandung paseban<br />
Meunang peucang pa ujang<br />
Leupas deui ku akang</p>
<p>JALEULEU<br />
Jaleuleu ja<br />
Tulak tuja eman gog<br />
Seureuh leuweung bay<br />
Jambe kolot bug<br />
Ucing katingang songsong<br />
Ngek!</p>
<p>KALI-KALI KONENG<br />
Kali-kali koneng<br />
Naha koneng aing dikali?<br />
Piubareun budak<br />
Naong budakna?<br />
Hulu lisung<br />
Naon pangasuhna?<br />
Jurig beureum dikukuncung</p>
<p>KALONGKING<br />
Kalongking kalongking<br />
Bapa sia hudang ngising<br />
Dibura ku madu ucing<br />
Madu ucing meunang maling</p>
<p>Kalongking kalongking<br />
Bapa sia Utah ngising<br />
Beak samak beak samping<br />
Teu cageur waktu sapeuting</p>
<p>MARGALUYU<br />
Bang kalmia lima gobang, bang<br />
Bangkong di tengah sawah, wah<br />
Wahey tukang najigur, gur<br />
Guru sakola desa, sa<br />
Saban poe ngajar, jar<br />
Jarum paranti ngaput, put<br />
Putrid nu gareulis, lis<br />
Lisung kapal udara, ra<br />
Ragrag di Jakarta, ta<br />
Taun opat hiji, ji<br />
Haji rek ka Mekah, kah<br />
Kahar tujuh rebu, bu<br />
Buah meunang ngala, la<br />
Lauk meunang nyobek, bek<br />
Beker meunang muter, ter<br />
Terus ka Citapen, pen<br />
Pena gagang kalam, lam<br />
Lampu eujeung dammar, mar<br />
Mari kueh hoho, ho<br />
Hotel pamandangan, ngan<br />
Ngantos kangjeng dalem, lem<br />
Lempa lempi lempong<br />
Ngadu pipip jeung nu ompong</p>
<p>PUNTEN<br />
Pun ten mangga<br />
Ari ga, gatot kaca<br />
Ari ca, cau ambon<br />
Ari bon, bonteng asak<br />
Ari sak, sakit perut<br />
Ari rut, rujak asem<br />
Ari sem, sempal sempil<br />
Ari pil, pilem rame<br />
Ari me, meja makan<br />
Ari kan, kantong kosong<br />
Ari song, songsong lampu<br />
Ari pu, puak paok<br />
Ari wok wok candewok</p>
<p>OLE OLE OGONG<br />
Ole-ole ogong melak cabe di Tarogong<br />
Dihakan ku embe ompong<br />
Diteang kari sapotog</p>
<p>Au au aheng<br />
Beuleum cau tutung geheng<br />
Embe embe domba<br />
Anak sapi tutunggulan</p>
<p>Ema ema weya<br />
Si Sahi kabuhulan<br />
Haying geura diinuman<br />
Embe embe domba<br />
Anak sapi tutunggalan<br />
Ema ema weya si Sahi pupundakan<br />
Ku baturna ditumbukan</p>
<p>RAT-RAT GURISAT<br />
Rat-rat gurisat<br />
Nini ingrat paeh diselap<br />
Tiselap kana kuciat<br />
Dibura ku laja tuhur<br />
Laja tuhur meunang ngunun<br />
Meunang ngunun tujuh taun<br />
Kadalapan diburakeun<br />
Nyeh prot nyeh prot nyeh prot</p>
<p>RORO MANYORO<br />
Roro manyoro<br />
Manyoro manjangan ngidul<br />
Anak sia jadi ratu<br />
Diketukan dikenongan<br />
Turunan apung<br />
Karunya si anak sia</p>
<p>TIK TIK TOLEKTAK<br />
Tik tik tolektak<br />
Ari tak, tak tak bareuh<br />
Ari reuh, reuhak cina<br />
Ari na, naya genggong<br />
Ari gong, gongseng panas<br />
Ari nas, nasi baso<br />
Ari so, sorangan bae yeuh…</p>
<p>TOKECANG<br />
Tokecang tokecang<br />
Balagendil tosblong<br />
Angeun kacang angeun kacang<br />
Sapendil kosong</p>
<p>TRANG TRANG KOLENTRANG<br />
Trang-trang kolentrang<br />
Si londok paeh nundutan<br />
Mesat gobang kabuyutan<br />
Tikusruk kana durukan</p>
<p>TUKTUBRUNG<br />
Tuktukbrung tali tanjung<br />
Papagan nyemplung<br />
Pada leutik pada sempung<br />
Patulangtung patungtung brung</p>
<p>Kamis, 25 Feb 2010<br />
Karat manggung di United Zero, Stikom Bandung. Penggarapan acara semakin baik saja. Salut kepada Viki dkk yang menggagas dan menggarap acara ini. Karat manggung dengan list lagu biasa. “Intro, Sampurasun “, dilanjut “Hampura Ma”, lalu “New York”, lalu “Wasit Kehed”, “Lagu Perang” dan ditutup oleh “Kawih Pati”. Di panggung itu, Mang Engkus absen karena suatu urusan. Karat manggung bareng dengan Eyefeelsick, Gugat, Noiin Bullet, Restless, dan band-band lainnya.<br />
Hari ini juga ada kabar bahwa sesi shooting Burgerkill vs Karat di MTV dipending hingga bulan April. Belum jelas kenapa MTV menunda shooting, namun menururt jemi Burgerkill, in karena factor teknis ketaktersediaan studio di Jakarta. “Studiona parinuh…” kata Okid menirukan Jemi. Hmmm…<br />
Ah hell!!! Setelah bentuk “Tiga Titik Hitam” yang semakin menemukan bentuknya yang sempurna, program MTV itu sudah tak se-wah dulu. Kini ada sesuatu yang pelih penting dan lebih besar yang harus dilakukan Karat maupun Burgerkill : mendokumentasikan kolaborasi mereka!! Wacana merekam Burgerkill Berkarat “Tiga Titik Hitam” mulai bergulir di kalangan kru Karat.<br />
Karena positif tanggal 27 tak jadi shooting di MTV, Karat akhirnya menyetujui panggung Fold Offline Magazine di Gedung Indonesia Menggugat (GIM). Di panggung ini, karat rencanannya akan berkolaborasi dengan Europe In De Troppen. Band ini adalah band elektronik, beranggotakan Ate, Ega, dan Oki, merupakan salah satu punggung komunitas music elektronik Open Labs yang bermarkas di Commonroom. Ate sendiri bukan siosok yang asing di komunitas Sunda Underground. Ia adalah personil Gohgor, bersama Kimung, Gustaff, Jimbot, Jawis, dan Mang Ayi.<br />
Malam Jumat itu Kimung dan Hendra mendapatkan kopian dua lagu Europe In De Troppen yang diset untuk kolaborasi dengan Karat. Dua lagu itu salah satunya akan digarap di latihan Jumat Kramat esok harinya.<br />
Jumat Kramat, 26 Februari 2010<br />
Jumat Kramat ini sepi. Karat yang hadir cuma Kimung, Hendra, Man, Jawis, dan Mang Engkus. Mang Utun absen karena lelah baru pulang dari Ciwidey dalam rangka evakuasi korban longsor. Aki Amenk agak kurang sehat, Jimbot ada acara, Okid pun demikian. Naun demikian jumlah tak menyurutkan semangat berlatih. Malam itu latihan dimulai jam setengah tujuh karena Europe akan berlatih di studio jam sembilan malam. Sebelumnya, disepakati bahwa lagu yang akan dibawakan dalam kolaborasi adalah lagu pertama yang belum diisi karinding oleh Europe. Hendra sebenarnya lebih memilih lagu ke dua yang sudah diberi sesi karinding oleh Europe, namun baik Kimung maupun Europe sepakat jika lagu pertama akan sangat asyik dimainkan di panggung karena lebih ngebeat, lebih menghentak, lebih pol!<br />
Setelah akhirnya disepakati bersama maka lagu pertamalah yang digarap. Lagu ini memang jauh lebih dinamis dari lagu pertama. Setelah bebrapa kali trial and error, akhirnya ketahuan jika pirigan celempung lagu “New York” lah yang paling pas untuk lagu tersebut. Maka beberapa pirigan di lagu “New York” yang pas kemudian diadopsi di lagu kolaborasi. Di tengah kolaborasi Trica bergabung bermain karinding mendukung Karat di sesi latihan itu.<br />
Hasilnyaaa..??? Poll Yeaaaahhhhh!!!! Nantikan dalam report besok yesss!!!! Hahahahahaaa…<br />
Jumat Kramat itu juga Karat mencoba refleksi rencana-rencana ke depan. Ini adalah hasil evaluasi lagu Karat sampai hari ini : “Intro : Rajah Bubuka”, “Hampura Ema”, “Wasit Kehed”, “Lagu Perang”, “Kawih Pati”, “New York”, dan “Blues Kinanti”. Karat berencana menambah emapt lagu lagi, terdiri dari lagu anak-anak atau kawih murangkalih atau kawih kaulinan lembur, lagu berbahasa Indonesia, lagu berbahasa Inggris, lagu yang bersifat parigeuing atau geugeuing atau ajejn nilai-nilai Kasundaan versi karat, dan mempersiapkan “Outro : Doa Panutup”.<br />
Karat juga melist beberapa kolaborasi dan hasrat Karat untuk berkolaborasi. Karya-karya kolaborasi yang sudah atau sedang dilakukan adalah dengan Burgerkill di “Tiga Titik Hitam”, dengan Eyefeelsick di “Barisan Nisan”, lagu “New York” dengan Europe In De Troppen, dan lagu “New York” dengan Diki Beatboxer. Secara personal Karat juga merencanakan berkolaborasi dengan Sally Corita, Ambu Otih, Superabundance, Giri Kerenceng, Markipat, Tika and the Dissident di lagu “Tantang Tirani”, dan Hari pocang dalam “Blues Kinanti”.<br />
Bersambung ahhhhh cuuuuuuuuu….</p>
<p>PS : O iyah, Jon 666 lg ga enak badan sminggu ini. Map kalo aga2 males nulis gtuu yess… Trimakasi buat sgla dukungan dan cinta kasih sayang asmirandah yess!!!<br />
10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, Homicide, Europe In de Troppen, Tika and the Dissident, Burgerkill, Smashing Pumpkin, Faith No More, Reverb n Revolver, Nicfit, Godflesh<br />
Books : Pepereni, Mt Gede pangrango National Park Information Book Seties Vol 2, Secangkir Bintang by Sinta Ridwan<br />
Movie : Chaos, Sex Pistols Secret History – the Dave Goodman Story</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=85&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/jurnal-karat-6-jumat-kramat-burgerkill-vs-karat-diundur-kolaborasi-euroepe-in-de-troppen-di-lagu-new-york/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/bandung-oral-history-bagian-1-2/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/bandung-oral-history-bagian-1-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bandung oral history]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1 Oleh Kimun666 Cikal bakal berdirinya Bandung Oral History dapat dilacak hingga Februari 2006. Saat itu Minor Books menerbitkan buku babon Konsep dan Metode Sejarah Lisan yang ditulis oleh Reiza D. Dienaputra, sejarawan Universitas Padjadjaran yang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan metode sejarah lisan. Sebagai ajang promosi dan pertanggungjawawab publik atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=83&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1</p>
<p>Oleh Kimun666</p>
<p>Cikal bakal berdirinya Bandung Oral History dapat dilacak hingga Februari 2006. Saat itu Minor Books menerbitkan buku babon Konsep dan Metode Sejarah Lisan yang ditulis oleh Reiza D. Dienaputra, sejarawan Universitas Padjadjaran yang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan metode sejarah lisan. Sebagai ajang promosi dan pertanggungjawawab publik atas rilisnya buku ini, Minor Books berencana menggelar sebuah workshop menulis sejarah lisan bagi anak-anak sekolah menengah dan mahasiswa. Yang menyambut baik program ini saat itu adalah Tarlen Handayani dari Tobucil. Namun karena begitu padat kesibukan masing-masing, maka workshop tak jadi digelar. Wacana gelaran workshop sejarah lisan bersama Tarlen merebak kembali bulan November 2008 ketika Kimung baru saja merilis buku Myself : Scumbag, biografi Ivan Scumbag almarhum yang menggunakan metode sejarah lisan dalam penulisannya. Sayang, rencana ini juga urung dilakukan karena kesibukan masing-masing. Padahal, di saat ini Kimung sudah mulai merancang workshop keliling sambil promo buku Myself : Scumbag. Yogyakarta dan Malang sudah menyanggupi menyediakan lapak untuk kegiatan workshop.<br />
Wacana workshop sejarah lisan kembali menghangat pasca bedah buku Myself : Scumbag. Dalam bedah buku di Selasar Sunaryo, 19 Januari 2008 itu, Minor Books bekerja sama dengan Commonroom mengetengahkan kampanye kesehatan, diskriminasi sosisal, kolaborasi, dinamika komunitas, dan kampanye menulis serta mendokumentasikan hidup ini, workshop sejarah lisan masuk ke program terakhir. Belum juga kampanmye ini digarap semakin serius, terjadilah Insiden AACC 9 Februari 2008. Sontak perhatian semua elemen scene independen tertuju untuk berjuang melawan stigma dan segala hal teknis yang muncul dan kemudian merebak memberatkan komunitas pasca insiden. Workshop sejarah lisan pun terbengkalai lagi.</p>
<p>Kebutuhan akan workshop kembali mencuat ketika Addy Gembel memutuskan untuk memimpin Solidaritas Independen Bandung (SIB). Sebagai ketua SIB, tentu banyak yang harus diurus Gembel terutama dalam mengatasi masa krisis akibat insiden. Padahal saat itu, Gembel baru saja mulai menggarap buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels bersama Kimung. Buku terusan Myself : Scumbag dan dirancang sebagai buku kedua dari trilogi scene musik independen Bandung ini memang diset oleh Kimung khusus untuk dikerjakan berdua dengan Gembel. Namun apa mau dikata&#8230;</p>
<p>Kimung sempat meminta bantuan Sinta Ridwan, tapi Sinta ternyata tidak berminat dengan riset yang dilakukan Kimung. Kimung juga sempat dibantu oleh Osiie selama beberapa lama, namun Osiie kembali pergi karena kesibukan kuliahnya. Jadilah Kimung terlunta-lunta mengerjakan buku ini sendirian. Begitu banyaknya objek historis yang harus diriset dalam kisah sejarah Ujungberung Rebels membuat Kimung mau tidak mau memutuskan untuk membentuk pasukan khusus periset muda dari kalangan scene independen, terutama Ujungberung Rebels. Kimung menggarisbawahi kata ”periset muda” atas pemikiran, segala riset yang dilakukan di scene ini masih jauh dari pemasukan materi yang sifatnya komersial. Riset mengenai scene independen saja baru-baru ini dilakukan dan Myself : Scumbag bahkan bisa dikatakan sebagai biografi pertama yang dirilis oleh scene independen Bandung semenjak kelahiran mereka kira-kira dua puluh tahun yang lalu. Hanya semangat orang muda yang mampu mengejar idealisme ini. Semangat tua sudah ngoyo harus digaspol dengan iming-iming jodoh atau uang, sesuatu yang tentu saja tak dipunya Kimung yang jauh dari grupis dan uang yang meruah.</p>
<p>Untuk membentuk pasukan riset itu, Kimung curhat ke Gustaff yang selama ini terus membantunya secara moril dan materil. Awalnya mereka merencanakan workshop sejarah lisan bulan Juli sebagai program pengisi liburan. Namun demikian, berbagai dinamika yang terjadi akhirnya membawa mereka ke bulan Desember, bertepatan dengan peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember, yang secara reguler digelar oleh Commonroom.</p>
<p>Untuk itu, Kimung bersama Reggi sepakat untuk malkukan brainstorming berkaitan dengan visi dan misi workshop, tujuan, format, hingga detil acara, termausk juga silabus dan rencana pengajaran perpertemuan agar semuanya bisa terukur dan tangible. Kimung dan Reggi lalu mengundang Addy Gembel, Sinta Ridwan, dan Ucok Homicide dalam merumuskan format workshop. Ucok terutama yang memberikan begitu banyak masukan mengenai apa yang harus dilakukan setelah workshop. Workshopnya sendiri adalah sesuatu yang mudah untuk digarap. Pekerjaan rumah yang jauh lebih berat adalah apa yang harus dilakukan agar hasil dari workshop akan memperlaihatkan kontribusi yang berkesinambungan. Semua yang hadir lalu sepakat untuk membuat semacam forum beranggotakan alumni workshop dan menjaring mereka agar tetap stay connect. Ucok juga mengingatkan tuuan workshop dan forum tersebut, apakah akan dibuat sebuah gerakan populewr atau pembentukan kanon. Kimung memilih pembentukan kanon terlebih dulu sebelum akhirnya dibuka secara luas menjadi sebuah gerakan populer.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan membentuk kanon periset muda di komunitas, Kimung mulai mencari sosok-sosok yang sekiranya memiliki semagat, komitmen, dan hasrat yang dahsyat dalam menulis. Melalui bantuan situs jejaring sosial Friendster, Kimung mulai berhubungan dengan banyak anak muda, khususnya dari Ujungberung. Rencananya, Kimung akan mempersiapkan sepuluh orang dari scene independen yang akan ia biayai dalam workshopnya. Untuk membiayai kesepuluh calon tersebut, Kimung meminta bantuan Morbid Nixcotine. Tommy Morbid setuju dan ia bahkan meminta Kimung menyediakan tempat lima untuk kawan-kawan dari berbagai daerah yang akan datang diundang dan dibiayai Morbid Nixcotine. Kesepuluh orang yang terpilih atas seleksi Kimung pribadi dan juga atas referensi dari kawan-kawan dekatnya di scene adalah Fauziah, Okid, Kimo, Uzi Popo, Betty, dan lima orang titipan Morbid Nixcotine dari berbagai daerah distribusi Morbid. Sayang, omongan Tomy Morbid ternyata bohong belaka. Ia sama sekali tidak pernah meng-acc dukungan Morbid Nixcotine untuk program sosial ini dan tak pernah sama sekali menindaklanjuti apa yang pernah ia katakan sebelumnya. Lima tempat kosong kemduian diisi oleh Oki, Ratna, Ranti, dan Akbar.</p>
<p>Akhirnya, peringatan hari HAM Sedunia di Commonroom digelar atas kerja sama dengan Hivos dan Anne Frank Foundation tanggal 6 Desember 2008 sampai 10 Januari 2009 dibuka oleh pameran foto Anne Frank. Dari pameran foto Anne Frank itulah kampanye kesadaran untuk menulis dan mendokumentasikan hidupnya merebak dan menjadi gerbang menuju workshop sejarah lisan. Workshop ini digelar selama satu bulan dari tanggal 13 Desember 2008 hingga 10 Januari 2009 selama empat pertemuan setiap hari sabtu, kecuali dua pertemuan terakhir yang dirancang hari Sabtu 9 Januari 2009 dan hari Minggu 10 Januari 2009.</p>
<p>Pertemuan pertama workshop teknik dan metode sejarah lisan. Sore jam 15.00, dibuka oleh Reggie dan Kimung, menampilkan pembicara tamu, Pak Reiza yang membahas konsep-konsep dasar ilmu sejarah hingga akhirnya masuk ke pembahasan mengenai konsep dasar sejarah lisan. Sebuah penuturan yang sederhana namun sangat menarik dan begitu mudah diikuti oleh para peserta workshop. Minorbacaankecil terbit sebagai materi pendukung untuk para peserta workshop. Total peserta yang hadir dalam pertemuan pertama itu ada tujuh belas orang. Di akhir workshop, semua yang hadir diberi tuga untuk menentukan tema dan rancangan perumusan masalah penelitian.<br />
Minggu depannya, 20 Desember 2009, semua kembali berkumpul dengan tugasnya amsing-masing. Pertemuan dibuka oleh Kimung dengan fokus awal menyoroti review calon tema yang akan diangkat serta skup temporal dalah ilmu sejarah. Hmmm berikut adalah tema yang dipresentasikan para peserta workshop berkaitan dengan tema yang mereka angkat :<br />
- Akbar : sejarah band A Stone A, kisah diangkat dari kisah hidup personil A Stone A yang sudah meninggal.<br />
- Kimo : sejarah benjang dan bangbarongan. Fokus mungkin biografi tokoh, atau lingkung seni.<br />
- Viki, tema dinamika perkembangan musik bawahtanah Bandung, mengambil empat alternatif objek penelitian, kalau tidak hardecore Bandung dan black metal, berarti sejarah dua band favotirnya, Homicide dan Forgotten. Viki dan forum cenderung memilih sejarah black metal.<br />
- Micky dan Gilang, keduanya saudara, memilki bisnis keluarga, berdagang kusen dan meubel. Objek penelitiannya adalah industri rumah tangga, mengangkat bisnis keluarga kusen Mukti jaya dari sudut produksi, distribusi, dan konsumsi.<br />
- Rizal menyoroti tema budaya memakai barang palsu. Ada dua objek penelitiannya, kalau tidak DVD, ia memilih pemalsuan tas. Namun belakangan ia tertarik pada fenomena penyewaan tas dan alat-alat lain yang menentukan status social dalam masyarakat.<br />
- Ami meyoroti tema pengamen mahasiswa di Dago. Ami lebih fokus ke keberadaan pengamen. Modelnya mungkin akan sejarah salah satu tokoh anak jalanan yang tumbuh di daerah Dago. Kimung merekomendasikan sosok Piton.<br />
- Rizki mengambil tema para pedagang di pasar Minggu Gasibu.<br />
- Zia mengambil dua tema, sejarah teater atau pergaulan sesame jenis tahun 1980an hingga 2000an. Zia cenderunglebih memilih fenomena pergaulan sesame jenis di bandung tahun 1980an hingga 2000an.<br />
- Zihan bertahan dengan dua rencana penelitian, punk Bandung yang menjadi obsesinya akibat ditolak oleh scription board jurusannya, serta hooliganisme Persib. Sepertinya Zihan lebih cenderung memilih hooliganisme Persib.<br />
- Betty memilih tema kaum Hawa di scene bawahtanah, peran mereka, hingga masalah-masalah feminisme. Model penulisannya mungkin biografi salah satu atau beberapa tokoh wanita di scene bawahtanah bandung 1990-2000an.<br />
- Ratna memilih tema gerakan kolektif subkultur 1999 sampai 2006. Ada beberapa objek yang rencananya menjadi fokus Ratna, antara lain kompilasi Bandung dan pergelaran musik yang melibatkan beragam komunitas dalam penyelenggaraannya.<br />
- Erfan mengambil tema peta pembentukan atmosfer komunitas di Bandung antara tahun 1990 hingga 2000. tidak seperti peserta lain yang cenderun g mengerucutkan masalah, Erfan akan mencoba memperlebar masalah. Ia sudah diperingatkan akan kesulitan mencari dan mengelola data dan fakta, namun Erfan tetap ngotot untuk mencoba merengkuh semua unsur dan sisi pembentukan atmosfer komunitas di Bandung.<br />
Pertemuan diakhiri dengan penugasan membuat inventarisasi nara sumber/pengkisah, menyeleksi, membuat kendali wawancara, mewawancara, membuat indeks, serta transkripsi dari hasil wawancara metode sejarah lisan.</p>
<p>Satu minggu kemudian, 9 Januari 2009, pertemuan ketiga workshop sejarah lisan kembali digelar. Pertemuan kali ini adalah presentasi calon riset para peserta workshop, lebih ke pengembangan tema yang telah diambil satu minggu sebelumnya. Berikut adalah rancangan calon riset yang diajukan para peserta workshop,</p>
<p>Ami<br />
Karena Aku Ingin Didengar<br />
Bab 1 Siapa Aku?<br />
- nama asli<br />
- kegiatan yang dilakukan sekarang<br />
- tempat ngumpul<br />
- bangga atau tidak menjadi anak jalanan<br />
- anak jalanan di mata priston<br />
- kalimat terakhir …dan aku adalah seorang anak jalanan<br />
Bab 2 Historical Background<br />
- kisah tentang keluarga sehingga menjadi anak yang hidup di jalanan<br />
- perjuangan yang dihadapi di jalanan<br />
- cerita usia 5 sampai 10 tahun<br />
Bab 3 Gelap<br />
- hal yang membuat sakit hati atau terlecehkan<br />
- musuh<br />
- pandangan terhadap orang-orang secara umum<br />
Bab 4 Utopia<br />
- hal menyenangkan selama hidup[ di jalanan<br />
- cita-cita, keinginan, harapan<br />
- jaringan<br />
Bab 5 Karena Hidup adalah Pilihan<br />
- bagaimana dia melihat hidupnya sekarang<br />
- harapan akan anak-anak jalanan lainnya<br />
- pesan-pesan terhadap anak-anak jalanan<br />
- pesan-pesan terhadap masyarakat luas</p>
<p>Gilang dan Micky<br />
Industri Kusen Tiga Generasi<br />
Bab 1 Pendahuluan<br />
- tentang industri kusen<br />
- sejak kapan ada industri kusen di Bandung?<br />
- kegunaan kusen<br />
- mengapa harus industri kusen?<br />
Bab 2 Latar Belakang Keluarga Mendirikan Indutri Kusen<br />
- rintisan awal pendirian usaha kusen, siapa, dimana, dan bagaimana<br />
- perkembangan tren desin dari masa ke masa<br />
Bab 3 Berdirinya Mukti Jaya Kusen<br />
- produk yang dihasilkan<br />
- perkembangan jumlah pekerja<br />
- perkembangan strategi promosi dan marketing<br />
- suka duka yang dialami<br />
Bab 4 Perkembangan Mukti Jaya Kusen dari Tahun ke Tahun<br />
- munculnya pesaing-pesaing<br />
- strategi untuk jalan terus<br />
Bab 5 Perkembangan Industri Kusen di Kota Bandung Akhir-akhir Ini<br />
- Pengaruh Krisis Global terhadap Mukti Jaya Kusen<br />
- Harapan ke Depan Mukti Jaya Kusen</p>
<p>Zihan<br />
Setan Hooligan Datang untuk Menang<br />
Bab 1 Persib nu Aing!<br />
Membahas Persib, awal mula terbentuk, sejarah Persib sebagai latar belakang.<br />
Bab 2 Bobotoh Saalam Dunya<br />
Membahas terbentunya komunitas-komunitas pecinta Persib seperti Viking, Bomber, dan Boboko.<br />
Bab 3 Kami Biru, kami Putih, Kami Persib<br />
Membahas ‘Era Bersih’ bobotoh, kira-kira sebelum tahun 1985<br />
Bab 4 Setan Hooligan Datang untuk Menang<br />
Membahas mulai masuknya hooliganisme sebagai bentuk perkembangan sepak bola modern. Perilaku bonotoh sudah mulai brutal karena setelah menjuarai perseriatan, Persib lebih sering kalah, bahkan di pertandingan kandang.<br />
Bab 5 Bagimu Persib, Jiwa Raga Kami<br />
Membahas perselisihan antar supporter itu sudah lumrah. Perilaku anarki yang dianggap bentuk pengorbanan untuk Persib akan terus dilestarikan demi harga diri Persib dan Bobotoh.</p>
<p>Viki<br />
Membaca Gejala dalam Jelaga—Homicide Melawan Barisan Nisan<br />
Bab 1 Semiotika Raja Tega<br />
Latar belakang, membahas dinamika musik hiphop di Bandung.<br />
Bab 2 Megatukad<br />
Membahas awal terbentuknya Homicide, konflik internal dalam band, split dengan Balcony, serta gis.<br />
Bab 3 Necropolis<br />
Ketika Homicide mulai menulis lirik dan membuat album yang dirilis dengan nama Necropolis. Juga menganalisis berbagai konflik yang merebak.<br />
Bab 4 Barisan Nisan<br />
Homicide memutuskan untuk membubarkan diri karena berbagai hal.<br />
Bab 5 Sajak Suara<br />
Refleksi.</p>
<p>Betty<br />
Ketika Eksistensi Wanita di Musik bawahtanayh Dipertanyakan<br />
Chapter 1 Sekilas mengenai Musik Bawahtanah<br />
- apa itu musik bawahtanah<br />
- ruang lingkup musik bawahtanah<br />
- komunitas musik bawahtanah<br />
- perkembangan wanita pada musik bawahtanah dari tahun ke tahun<br />
Chapter 2 Peran Wanita di Scene Musik Bawahtanah<br />
latar belakang dan alas an mengapa kaum hawa in masuk ke dalam dunia musik bawahtanah<br />
Chapter 3 Orang-orang Biasa dengan Cerita-cerita tak Biasa<br />
- menjadi produser band bawahtanah<br />
- menjadi personil band bawahtanah<br />
- menjadi manajer band bawahtanah<br />
Chapter End<br />
Simpulan dan tanggapan dari kawan-kawan pria di scene musik bawahtanah</p>
<p>Rijal<br />
Barang Bajakan Beyond Good and Evil<br />
Bab 1<br />
Suasana dan konsisi lapak dan lingkungan serta interaksi antara penjual dan pembeli.<br />
Bab 2<br />
- Pengenalan tokoh utama<br />
- Hobi dan komunitas yang diikuti tokoh<br />
Bab 3 Mulai Usaha<br />
- sejarah terbangunnya usaha<br />
- motivasi membangun usaha<br />
- latar belakang pemilihan scene independen dalam produksi CD bajakan<br />
- visi usaha<br />
- target dan reaksi pasar<br />
Bab 4 Perkembangan Usaha<br />
- sistem produksi dan distribusi<br />
- kiblat/referensi dan sumber utama dalam pemilihan album yang akan dibajak<br />
Bab 5 Penutup</p>
<p>Erfan Dayung<br />
Bulatan dalam Bulat<br />
Pendahuluan<br />
- apa itu kmunitas independent di Kota Bandung<br />
- siapa saja merekqa dan bergerak dalam hal apa<br />
- factor yang menstimulan mereka untuk membentuk komunitas<br />
- kenapa mereka bias tumbuh dan di mana mereka tumbuh<br />
- penerimaan lingkungan masyarakat<br />
- kenapa mereka bias menjadi mainstream yang terus bergerak progresif<br />
- bagaimana mereka bias terus berkembang<br />
- factor apa yang membatasi ruang gerak mereka<br />
- bagaimana keadaan mereka saat ini<br />
Bab 1 Komunitas Motor Tua Brotherhood<br />
- apa itu Brotherhood<br />
- bagaimana mereka bias terbentuk<br />
- siapa saja anggotanya<br />
- bagaimana organisasi mereka bias berjalan sampai saat ini<br />
- pergerakan yang sudah dan akan terus dilakukan<br />
- pengaruh mereka terhadap lahirnya gank-gank motor yang meresahkan masyarakat<br />
- konflik yang terjadi dalam tubuh Brotherhood<br />
- perspektif penulis—Refleksi<br />
Bab 2 Komunitas Musik<br />
- Genre apa yang pertama muncul dalam scene indie<br />
- Bagaimana sang pelopor bias muncul<br />
- Faktur yang mempengaruhi mereka<br />
- Perkembangan per fase<br />
- Munculnya generasi kedua dan seterusnya<br />
- Siapa saja mereka saat ini<br />
- Pembahasan sejarah ringan tentang komuitas musik indie yang ada di Bandung dibagi menjadi sub-sub bab dari genre-genre<br />
- Bagaimana akhirnya mereka bias menjadi suatu arus baru di industri musik Indonesia<br />
- Perspektif penulis—Refleksi<br />
Bab 3 Distro dan Clothing<br />
- bagaimana kondisi pasar distro saat ini (Pembahasan mengambil salah satu pelopor yang paking berpengaruh di industri ini, 347)<br />
- bagaimana 347 terbentuk<br />
- fase-fase apa saja yang sudah dilewati 347<br />
- perkembangan 347 saat ini (Kembali ke pembahasan secara luas industri ini)<br />
- kapan dan bagaimana proses menjamurnya clothing dan distro (Mengambil acuan dari Kick, komuitas industri distro dan kloting di Bandung)<br />
- Apa itu Kick<br />
- Bagaimana Kick terbentuk<br />
- Siapa saja anggotanya<br />
- Factor yang mendorong mereka membentuk suatu komunitas dan pergerakan apa yang dilaukan<br />
- Persoalan yang dihadapi Kck saat ini<br />
- Pandangan Kick terhadap industri kloting dan distro yang menjadi semakin mainstream di Indonesia<br />
- Harapan Kick terhadap perkembangan industri ini<br />
- Perspektif penuls—Refleksi<br />
Bab 4 Kesimpulan<br />
Pada pertemuan ini juga Gustaff dan Ryan mengumumkan jika semua hasil riset dan artikel yang ditulis berkaitah dengan sejarah lisan bisa dimasukkan ke dalam <a href="http://www.bandungoralhistory.org/">www.bandungoralhistory.org</a>. Website ini merupakan dukungan dari Commonroom dalam kampanye menulis dan kesadaran sejarah.</p>
<p>Esoknya, 10 Januari 2009, pertemuan terakhir workshop oral history. Sebetulnya masih begitu bayak materi tenatng ilmu sejarah yang belum tersampaikan, namun khusus program workshop sejaral lisan, semua sudah selesai. Di pertemuan ini hanya dibahas bagaimana arah dan potensi riset sejarah lisan di scene independen Bandung. Pertemuan lebih satai dan Kimung sudah semakin membeaskan para peserta workshop untuk lebih bebas dalam menentukan arah riset mereka. Tujuan awal Kimung yang ingin membentuk pasukan riset yang bisa membantunya dalam buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels luruh selama satu bulan itu ketika melihat antusiasme para peserta workshop terhadap calon objek risetnya.</p>
<p>Kimung merasakan satu hal yang timbul dalam benak para peserta workshop tersebut. Secara material, mereka memang begitu jauh dari pencapaian mahasiswa sejarah pada umumnya yang sangat kental dengan metode dan metodologi sejarah. Namun demikian, Kimung merasa dalam benak para peserta workshop tersebut tumbuh kesadaran sejarah sebagai salah satu dari hak asasi mereka sebagai manusia.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, untuk mengikat mereka terus dalam satu forum, Kimung mengajak alumni workshop untuk menggarap riset kompilasi-kompilasi musik scene independen Bandung dari tahun 1995 hingga 2009. Sebuah riset Kimung dan Idhar yangtertunda sejak pertangahan tahun 2008. ternyata, para alumni riset menyambut baik ajakan tersebut. Mayoritas kemudian kembali bersatu dan sepakat melakukan riset bersama mengenai kompilasi scene independen Bandung 1995 – 2009. Untuk mempermudah saling berhubungan, semua sepakat untuk membentuk forum alumni workshop yang berkumpul setiap hari Kamis sore di Commonroom. Forum itu kemudian dinamai Bandung Oral History.</p>
<p>Bersambung…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=83&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/03/02/bandung-oral-history-bagian-1-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/22/bandung-oral-history-bagian-1/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/22/bandung-oral-history-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 07:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bandung oral history]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/2010/02/22/bandung-oral-history-bagian-1/</guid>
		<description><![CDATA[BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1 Oleh Kimun666 Cikal bakal berdirinya Bandung Oral History dapat dilacak hingga Februari 2006. Saat itu Minor Books menerbitkan buku babon Konsep dan Metode Sejarah Lisan yang ditulis oleh Reiza D. Dienaputra, sejarawan Universitas Padjadjaran yang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan metode sejarah lisan. Sebagai ajang promosi dan pertanggungjawawab publik atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=82&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDUNG ORAL HISTORY Bagian 1</p>
<p>Oleh Kimun666</p>
<p>Cikal bakal berdirinya Bandung Oral History dapat dilacak hingga Februari 2006. Saat itu Minor Books menerbitkan buku babon Konsep dan Metode Sejarah Lisan yang ditulis oleh Reiza D. Dienaputra, sejarawan Universitas Padjadjaran yang memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan metode sejarah lisan. Sebagai ajang promosi dan pertanggungjawawab publik atas rilisnya buku ini, Minor Books berencana menggelar sebuah workshop menulis sejarah lisan bagi anak-anak sekolah menengah dan mahasiswa. Yang menyambut baik program ini saat itu adalah Tarlen Handayani dari Tobucil. Namun karena begitu padat kesibukan masing-masing, maka workshop tak jadi digelar. Wacana gelaran workshop sejarah lisan bersama Tarlen merebak kembali bulan November 2008 ketika Kimung baru saja merilis buku Myself : Scumbag, biografi Ivan Scumbag almarhum yang menggunakan metode sejarah lisan dalam penulisannya. Sayang, rencana ini juga urung dilakukan karena kesibukan masing-masing. Padahal, di saat ini Kimung sudah mulai merancang workshop keliling sambil promo buku Myself : Scumbag. Yogyakarta dan Malang sudah menyanggupi menyediakan lapak untuk kegiatan workshop.<br />
Wacana workshop sejarah lisan kembali menghangat pasca bedah buku Myself : Scumbag. Dalam bedah buku di Selasar Sunaryo, 19 Januari 2008 itu, Minor Books bekerja sama dengan Commonroom mengetengahkan kampanye kesehatan, diskriminasi sosisal, kolaborasi, dinamika komunitas, dan kampanye menulis serta mendokumentasikan hidup ini, workshop sejarah lisan masuk ke program terakhir. Belum juga kampanmye ini digarap semakin serius, terjadilah Insiden AACC 9 Februari 2008. Sontak perhatian semua elemen scene independen tertuju untuk berjuang melawan stigma dan segala hal teknis yang muncul dan kemudian merebak memberatkan komunitas pasca insiden. Workshop sejarah lisan pun terbengkalai lagi.<br />
Kebutuhan akan workshop kembali mencuat ketika Addy Gembel memutuskan untuk memimpin Solidaritas Independen Bandung (SIB). Sebagai ketua SIB, tentu banyak yang harus diurus Gembel terutama dalam mengatasi masa krisis akibat insiden. Padahal saat itu, Gembel baru saja mulai menggarap buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels bersama Kimung. Buku terusan Myself : Scumbag dan dirancang sebagai buku kedua dari trilogi scene musik independen Bandung ini memang diset oleh Kimung khusus untuk dikerjakan berdua dengan Gembel. Namun apa mau dikata&#8230;<br />
Kimung sempat meminta bantuan Sinta Ridwan, tapi Sinta ternyata tidak berminat dengan riset yang dilakukan Kimung. Kimung juga sempat dibantu oleh Osiie selama beberapa lama, namun Osiie kembali pergi karena kesibukan kuliahnya. Jadilah Kimung terlunta-lunta mengerjakan buku ini sendirian. Begitu banyaknya objek historis yang harus diriset dalam kisah sejarah Ujungberung Rebels membuat Kimung mau tidak mau memutuskan untuk membentuk pasukan khusus periset muda dari kalangan scene independen, terutama Ujungberung Rebels. Kimung menggarisbawahi kata ”periset muda” atas pemikiran, segala riset yang dilakukan di scene ini masih jauh dari pemasukan materi yang sifatnya komersial. Riset mengenai scene independen saja baru-baru ini dilakukan dan Myself : Scumbag bahkan bisa dikatakan sebagai biografi pertama yang dirilis oleh scene independen Bandung semenjak kelahiran mereka kira-kira dua puluh tahun yang lalu. Hanya semangat orang muda yang mampu mengejar idealisme ini. Semangat tua sudah ngoyo harus digaspol dengan iming-iming jodoh atau uang, sesuatu yang tentu saja tak dipunya Kimung yang jauh dari grupis dan uang yang meruah.<br />
Untuk membentuk pasukan riset itu, Kimung curhat ke Gustaff yang selama ini terus membantunya secara moril dan materil. Awalnya mereka merencanakan workshop sejarah lisan bulan Juli sebagai program pengisi liburan. Namun demikian, berbagai dinamika yang terjadi akhirnya membawa mereka ke bulan Desember, bertepatan dengan peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember, yang secara reguler digelar oleh Commonroom.<br />
Untuk itu, Kimung bersama Reggi sepakat untuk malkukan brainstorming berkaitan dengan visi dan misi workshop, tujuan, format, hingga detil acara, termausk juga silabus dan rencana pengajaran perpertemuan agar semuanya bisa terukur dan tangible. Kimung dan Reggi lalu mengundang Addy Gembel, Sinta Ridwan, dan Ucok Homicide dalam merumuskan format workshop. Ucok terutama yang memberikan begitu banyak masukan mengenai apa yang harus dilakukan setelah workshop. Workshopnya sendiri adalah sesuatu yang mudah untuk digarap. Pekerjaan rumah yang jauh lebih berat adalah apa yang harus dilakukan agar hasil dari workshop akan memperlaihatkan kontribusi yang berkesinambungan. Semua yang hadir lalu sepakat untuk membuat semacam forum beranggotakan alumni workshop dan menjaring mereka agar tetap stay connect. Ucok juga mengingatkan tuuan workshop dan forum tersebut, apakah akan dibuat sebuah gerakan populewr atau pembentukan kanon. Kimung memilih pembentukan kanon terlebih dulu sebelum akhirnya dibuka secara luas menjadi sebuah gerakan populer.<br />
Untuk mencapai tujuan membentuk kanon periset muda di komunitas, Kimung mulai mencari sosok-sosok yang sekiranya memiliki semagat, komitmen, dan hasrat yang dahsyat dalam menulis. Melalui bantuan situs jejaring sosial Friendster, Kimung mulai berhubungan dengan banyak anak muda, khususnya dari Ujungberung. Rencananya, Kimung akan mempersiapkan sepuluh orang dari scene independen yang akan ia biayai dalam workshopnya. Untuk membiayai kesepuluh calon tersebut, Kimung meminta bantuan Morbid Nixcotine. Tommy Morbid setuju dan ia bahkan meminta Kimung menyediakan tempat lima untuk kawan-kawan dari berbagai daerah yang akan datang diundang dan dibiayai Morbid Nixcotine. Kesepuluh orang yang terpilih atas seleksi Kimung pribadi dan juga atas referensi dari kawan-kawan dekatnya di scene adalah Fauziah, Okid, Kimo, Uzi Popo, Betty, dan lima orang titipan Morbid Nixcotine dari berbagai daerah distribusi Morbid. Sayang, omongan Tomy Morbid ternyata bohong belaka. Ia sama sekali tidak pernah meng-acc dukungan Morbid Nixcotine untuk program sosial ini dan tak pernah sama sekali menindaklanjuti apa yang pernah ia katakan sebelumnya. Lima tempat kosong kemduian diisi oleh Oki, Ratna, Ranti, dan Akbar.<br />
Akhirnya, peringatan hari HAM Sedunia di Commonroom digelar atas kerja sama dengan Hivos dan Anne Frank Foundation tanggal 6 Desember 2008 sampai 10 Januari 2009 dibuka oleh  pameran foto Anne Frank. Dari pameran foto Anne Frank itulah kampanye kesadaran untuk menulis dan mendokumentasikan hidupnya merebak dan menjadi gerbang menuju workshop sejarah lisan. Workshop ini digelar selama satu bulan dari tanggal 13 Desember 2008 hingga 10 Januari 2009 selama empat pertemuan setiap hari sabtu, kecuali dua pertemuan terakhir yang dirancang hari Sabtu 9 Januari 2009 dan hari Minggu 10 Januari 2009.<br />
Pertemuan pertama workshop teknik dan metode sejarah lisan. Sore jam 15.00, dibuka oleh Reggie dan Kimung, menampilkan pembicara tamu, Pak Reiza yang membahas konsep-konsep dasar ilmu sejarah hingga akhirnya masuk ke pembahasan mengenai konsep dasar sejarah lisan. Sebuah penuturan yang sederhana namun sangat menarik dan begitu mudah diikuti oleh para peserta workshop. Minorbacaankecil terbit sebagai materi pendukung untuk para peserta workshop. Total peserta yang hadir dalam pertemuan pertama itu ada tujuh belas orang. Di akhir workshop, semua yang hadir diberi tuga untuk menentukan tema dan rancangan perumusan masalah penelitian.<br />
Minggu depannya, 20 Desember 2009, semua kembali berkumpul dengan tugasnya amsing-masing. Pertemuan dibuka oleh Kimung dengan fokus awal menyoroti review calon tema yang akan diangkat serta skup temporal dalah ilmu sejarah. Hmmm berikut adalah tema yang dipresentasikan para peserta workshop berkaitan dengan tema yang mereka angkat :<br />
-	Akbar : sejarah band A Stone A, kisah diangkat dari kisah hidup personil A Stone A yang sudah meninggal.<br />
-	Kimo : sejarah benjang dan bangbarongan. Fokus mungkin biografi tokoh, atau lingkung seni.<br />
-	Viki, tema dinamika perkembangan musik bawahtanah Bandung, mengambil empat alternatif objek penelitian, kalau tidak hardecore Bandung dan black metal, berarti sejarah dua band favotirnya, Homicide dan Forgotten. Viki dan forum cenderung memilih sejarah black metal.<br />
-	Micky dan Gilang, keduanya saudara, memilki bisnis keluarga, berdagang kusen dan meubel. Objek penelitiannya adalah industri rumah tangga, mengangkat bisnis keluarga kusen Mukti jaya dari sudut produksi, distribusi, dan konsumsi.<br />
-	Rizal menyoroti tema budaya memakai barang palsu. Ada dua objek penelitiannya, kalau tidak DVD, ia memilih pemalsuan tas. Namun belakangan ia tertarik pada fenomena penyewaan tas dan alat-alat lain yang menentukan status social dalam masyarakat.<br />
-	Ami meyoroti tema pengamen mahasiswa di Dago. Ami lebih fokus ke keberadaan pengamen. Modelnya mungkin akan sejarah salah satu tokoh anak jalanan yang tumbuh di daerah Dago. Kimung merekomendasikan sosok Piton.<br />
-	Rizki mengambil tema para pedagang di pasar Minggu Gasibu.<br />
-	Zia mengambil dua tema, sejarah teater atau pergaulan sesame jenis tahun 1980an hingga 2000an. Zie cenderunglebih memilih fenomena pergaulan sesame jenis di bandung tahun 1980an hingga 2000an.<br />
-	Zihan bertahan dengan dua rencana penelitian, punk Bandung yang menjadi obsesinya akibat ditolak oleh scription board jurusannya, serta hooliganisme Persib. Sepertinya Zihan lebih cenderung memilih hooliganisme Persib.<br />
-	Betty memilih tema kaum Hawa di scene bawahtanah, peran mereka, hingga masalah-masalah feminisme. Model penulisannya mungkin biografi salah satu atau beberapa tokoh wanita di scene bawahtanah bandung 1990-2000an.<br />
-	Ratna memilih tema gerakan kolektif subkultur 1999 sampai 2006. Ada beberapa objek yang rencananya menjadi fokus Ratna, antara lain kompilasi Bandung dan pergelaran musik yang melibatkan beragam komunitas dalam penyelenggaraannya.<br />
-	Erfan mengambil tema peta pembentukan atmosfer komunitas di Bandung antara tahun 1990 hingga 2000. tidak seperti peserta lain yang cenderun g mengerucutkan masalah, Erfan akan mencoba memperlebar masalah. Ia sudah diperingatkan akan kesulitan mencari dan mengelola data dan fakta, namun Erfan tetap ngotot untuk mencoba merengkuh semua unsur dan sisi pembentukan atmosfer komunitas di Bandung.<br />
Pertemuan diakhiri dengan penugasan membuat inventarisasi nara sumber/pengkisah, menyeleksi, membuat kendali wawancara, mewawancara, membuat indeks, serta transkripsi dari hasil wawancara metode sejarah lisan.<br />
Satu minggu kemudian, 9 Januari 2009, pertemuan ketiga workshop sejarah lisan kembali digelar. Pertemuan kali ini adalah presentasi calon riset para peserta workshop,  lebih ke pengembangan tema yang telah diambil satu minggu sebelumnya. Berikut adalah rancangan calon riset yang diajukan para peserta workshop,</p>
<p>Ami<br />
Karena Aku Ingin Didengar<br />
Bab 1 Siapa Aku?<br />
-	nama asli<br />
-	kegiatan yang dilakukan sekarang<br />
-	tempat ngumpul<br />
-	bangga atau tidak menjadi anak jalanan<br />
-	anak jalanan di mata priston<br />
-	kalimat terakhir …dan aku adalah seorang anak jalanan<br />
Bab 2 Historical Background<br />
-	kisah tentang keluarga sehingga menjadi anak yang hidup di jalanan<br />
-	perjuangan yang dihadapi di jalanan<br />
-	cerita usia 5 sampai 10 tahun</p>
<p>Bab 3 Gelap<br />
-	hal yang membuat sakit hati atau terlecehkan<br />
-	musuh<br />
-	pandangan terhadap orang-orang secara umum<br />
Bab 4 Utopia<br />
-	hal menyenangkan selama hidup[ di jalanan<br />
-	cita-cita, keinginan, harapan<br />
-	jaringan<br />
Bab 5 Karena Hidup adalah Pilihan<br />
-	bagaimana dia melihat hidupnya sekarang<br />
-	harapan akan anak-anak jalanan lainnya<br />
-	pesan-pesan terhadap anak-anak jalanan<br />
-	pesan-pesan terhadap masyarakat luas</p>
<p>Gilang dan Micky<br />
Industri Kusen Tiga Generasi<br />
Bab 1 Pendahuluan<br />
-	tentang industri kusen<br />
-	sejak kapan ada industri kusen di Bandung?<br />
-	kegunaan kusen<br />
-	mengapa harus industri kusen?<br />
Bab 2 Latar Belakang Keluarga Mendirikan Indutri Kusen<br />
-	rintisan awal pendirian usaha kusen, siapa, dimana, dan bagaimana<br />
-	perkembangan tren desin dari masa ke masa<br />
Bab 3 Berdirinya Mukti Jaya Kusen<br />
-	produk yang dihasilkan<br />
-	perkembangan jumlah pekerja<br />
-	perkembangan strategi promosi dan marketing<br />
-	suka duka yang dialami<br />
Bab 4 Perkembangan Mukti Jaya Kusen dari Tahun ke Tahun<br />
-	munculnya pesaing-pesaing<br />
-	strategi untuk jalan terus<br />
Bab 5 Perkembangan Industri Kusen di Kota Bandung Akhir-akhir Ini<br />
-	Pengaruh Krisis Global terhadap Mukti Jaya Kusen<br />
-	Harapan ke Depan Mukti Jaya Kusen</p>
<p>Zihan<br />
Setan Hooligan Datang untuk Menang<br />
Bab 1 Persib nu Aing!<br />
Membahas Persib, awal mula terbentuk, sejarah Persib sebagai latar belakang.<br />
Bab 2 Bobotoh Saalam Dunya<br />
Membahas terbentunya komunitas-komunitas pecinta Persib seperti Viking, Bomber, dan Boboko.<br />
Bab 3 Kami Biru, kami Putih, Kami Persib<br />
Membahas ‘Era Bersih’ bobotoh, kira-kira sebelum tahun 1985<br />
Bab 4 Setan Hooligan Datang untuk Menang<br />
Membahas mulai masuknya hooliganisme sebagai bentuk perkembangan sepak bola modern. Perilaku bonotoh sudah mulai brutal karena setelah menjuarai perseriatan, Persib lebih sering kalah, bahkan di pertandingan kandang.<br />
Bab 5 Bagimu Persib, Jiwa Raga Kami<br />
Membahas perselisihan antar supporter itu sudah lumrah. Perilaku anarki yang dianggap bentuk pengorbanan untuk Persib akan terus dilestarikan demi harga diri Persib dan Bobotoh.</p>
<p>Viki<br />
Membaca Gejala dalam Jelaga—Homicide Melawan Barisan Nisan<br />
Bab 1 Semiotika Raja Tega<br />
Latar belakang, membahas dinamika musik hiphop di Bandung.<br />
Bab 2 Megatukad<br />
Membahas awal terbentuknya Homicide, konflik internal dalam band, split dengan Balcony, serta gis.<br />
Bab 3 Necropolis<br />
Ketika Homicide mulai menulis lirik dan membuat album yang dirilis dengan nama Necropolis. Juga menganalisis berbagai konflik yang merebak.<br />
Bab 4 Barisan Nisan<br />
Homicide memutuskan untuk membubarkan diri karena berbagai hal.<br />
Bab 5 Sajak Suara<br />
Refleksi.</p>
<p>Betty<br />
Ketika Eksistensi Wanita di Musik bawahtanayh Dipertanyakan<br />
Chapter 1 Sekilas mengenai Musik Bawahtanah<br />
-	apa itu musik bawahtanah<br />
-	ruang lingkup musik bawahtanah<br />
-	komunitas musik bawahtanah<br />
-	perkembangan wanita pada musik bawahtanah dari tahun ke tahun<br />
Chapter 2 Peran Wanita di Scene Musik Bawahtanah<br />
latar belakang dan alas an mengapa kaum hawa in masuk ke dalam dunia musik bawahtanah<br />
Chapter 3 Orang-orang Biasa dengan Cerita-cerita tak Biasa<br />
-	menjadi produser band bawahtanah<br />
-	menjadi personil band bawahtanah<br />
-	menjadi manajer band bawahtanah<br />
Chapter End<br />
Simpulan dan tanggapan dari kawan-kawan pria di scene musik bawahtanah</p>
<p>Rijal<br />
Barang Bajakan Beyond Good and Evil<br />
Bab 1<br />
Suasana dan konsisi lapak dan lingkungan serta interaksi antara penjual dan pembeli.<br />
Bab 2<br />
-	Pengenalan tokoh utama<br />
-	Hobi dan komunitas yang diikuti tokoh<br />
Bab 3 Mulai Usaha<br />
-	sejarah terbangunnya usaha<br />
-	motivasi membangun usaha<br />
-	latar belakang pemilihan scene independen dalam produksi CD bajakan<br />
-	visi usaha<br />
-	target dan reaksi pasar<br />
Bab 4 Perkembangan Usaha<br />
-	sistem produksi dan distribusi<br />
-	kiblat/referensi dan sumber utama dalam pemilihan album yang akan dibajak<br />
Bab 5 Penutup</p>
<p>Erfan Dayung<br />
Bulatan dalam Bulat<br />
Pendahuluan<br />
-	apa itu kmunitas independent di Kota Bandung<br />
-	siapa saja merekqa dan bergerak dalam hal apa<br />
-	factor yang menstimulan mereka untuk membentuk komunitas<br />
-	kenapa mereka bias tumbuh dan di mana mereka tumbuh<br />
-	penerimaan lingkungan masyarakat<br />
-	kenapa mereka bias menjadi mainstream yang terus bergerak progresif<br />
-	bagaimana mereka bias terus berkembang<br />
-	factor apa yang membatasi ruang gerak mereka<br />
-	bagaimana keadaan mereka saat ini<br />
Bab 1 Komunitas Motor Tua Brotherhood<br />
-	apa itu Brotherhood<br />
-	bagaimana mereka bias terbentuk<br />
-	siapa saja anggotanya<br />
-	bagaimana organisasi mereka bias berjalan sampai saat ini<br />
-	pergerakan yang sudah dan akan terus dilakukan<br />
-	pengaruh mereka terhadap lahirnya gank-gank motor yang meresahkan masyarakat<br />
-	konflik yang terjadi dalam tubuh Brotherhood<br />
-	perspektif penulis—Refleksi<br />
Bab 2 Komunitas Musik<br />
-	Genre apa yang pertama muncul dalam scene indie<br />
-	Bagaimana sang pelopor bias muncul<br />
-	Faktur yang mempengaruhi mereka<br />
-	Perkembangan per fase<br />
-	Munculnya generasi kedua dan seterusnya<br />
-	Siapa saja mereka saat ini<br />
-	Pembahasan sejarah ringan tentang komuitas musik indie yang ada di Bandung dibagi menjadi sub-sub bab dari genre-genre<br />
-	Bagaimana akhirnya mereka bias menjadi suatu arus baru di industri musik Indonesia<br />
-	Perspektif penulis—Refleksi<br />
Bab 3 Distro dan Clothing<br />
-	bagaimana kondisi pasar distro saat ini<br />
(Pembahasan mengambil salah satu pelopor yang paking berpengaruh di industri ini, 347)<br />
-	bagaimana 347 terbentuk<br />
-	fase-fase apa saja yang sudah dilewati 347<br />
-	perkembangan 347 saat ini (Kembali ke pembahasan secara luas industri ini)<br />
-	kapan dan bagaimana proses menjamurnya clothing dan distro (Mengambil acuan dari Kick, komuitas industri distro dan kloting di Bandung)<br />
-	Apa itu Kick<br />
-	Bagaimana Kick terbentuk<br />
-	Siapa saja anggotanya<br />
-	Factor yang mendorong mereka membentuk suatu komunitas dan pergerakan apa yang dilaukan<br />
-	Persoalan yang dihadapi Kck saat ini<br />
-	Pandangan Kick terhadap industri kloting dan distro yang menjadi semakin mainstream di Indonesia<br />
-	Harapan Kick terhadap perkembangan industri ini<br />
-	Perspektif penuls—Refleksi<br />
Bab 4 Kesimpulan</p>
<p>Esoknya, 10 Januari 2009, pertemuan terakhir workshop oral history. Sebetulnya masih begitu bayak materi tenatng ilmu sejarah yang belum tersampaikan, namun khusus program workshop sejaral lisan, semua sudah selesai. Di pertemuan ini hanya dibahas bagaimana arah dan potensi riset sejarah lisan di scene independen Bandung. Pertemuan lebih satai dan Kimung sudah semakin membeaskan para peserta workshop untuk lebih bebas dalam menentukan arah riset mereka. Tujuan awal Kimung yang ingin membentuk pasukan riset yang bisa membantunya dalam buku Panceg Dina Galur, Ujungberung Rebels luruh selama satu bulan itu ketika melihat antusiasme para peserta workshop terhadap calon objek risetnya.<br />
Kimung merasakan satu hal yang timbul dalam benak para peserta workshop tersebut. Secara material, mereka memang begitu jauh dari pencapaian mahasiswa sejarah pada umumnya yang sangat kental dengan metode dan metodologi sejarah. Namun demikian, Kimung merasa dalam benak para peserta workshop tersebut tumbuh kesadaran sejarah sebagai salah satu dari hak asasi mereka sebagai manusia.<br />
Dalam kesempatan itu, untuk mengikat mereka terus dalam satu forum, Kimung mengajak alumni workshop untuk menggarap riset kompilasi-kompilasi musik scene independen Bandung dari tahun 1995 hingga 2009. Sebuah riset Kimung dan Idhar yangtertunda sejak pertangahan tahun 2008. ternyata, para alumni riset menyambut baik ajakan tersebut. Mayoritas kemudian kembali bersatu dan sepakat melakukan riset bersama mengenai kompilasi scene independen Bandung 1995 – 2009. Untuk mempermudah saling berhubungan, semua sepakat untuk membentuk forum alumni workshop yang berkumpul setiap hari Kamis sore di Commonroom. Forum itu kemudian dinamai Bandung Oral History.</p>
<p>Bersambung…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=82&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/22/bandung-oral-history-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT # 5, 19 FEBRUARI 2010 BURGERKILL YANG BERKARAT DI “TIGA TITIK HITAM” DAN ULANG TAUN KARAT</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/20/jurnal-karat-5-19-februari-2010-burgerkill-yang-berkarat-di-%e2%80%9ctiga-titik-hitam%e2%80%9d-dan-ulang-taun-karat/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/20/jurnal-karat-5-19-februari-2010-burgerkill-yang-berkarat-di-%e2%80%9ctiga-titik-hitam%e2%80%9d-dan-ulang-taun-karat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 23:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT # 5, 19 FEBRUARI 2010 BURGERKILL YANG BERKARAT DI “TIGA TITIK HITAM” DAN ULANG TAUN KARAT Oleh Jon 666 Senin, 15 Februari 2010, Burgerkill vs Karat, Studio Burgerkill, “Tiga Titik Hitam” sesi 1. Senin itu Karat maen di STBA dalam acara Buch Messe. Ini adalah acara tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=80&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL KARAT # 5, 19 FEBRUARI 2010<br />
BURGERKILL YANG BERKARAT DI “TIGA TITIK HITAM” DAN ULANG TAUN KARAT</p>
<p>Oleh Jon 666</p>
<p>Senin, 15 Februari 2010, Burgerkill vs Karat, Studio Burgerkill, “Tiga Titik Hitam” sesi 1.<br />
Senin itu Karat maen di STBA dalam acara Buch Messe. Ini adalah acara tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jerman STBA. Kimung mencatat Buch Messe 2008 adalah forum pertama yang dipergunakan scene independen untuk kampanye publik pasca Insiden AACC 9 Februari 2008. Di Buch Messe 13 Februari 2008, tampil Kimung, Addy Gembel, dan Ucok Homicide dalam diskusi bertema “Ivan Scumbag, Ujungberung Rebels, dan Nihilisme Nietzsche”. Diskusi ini awalnya adalah bedah buku Myself : Scumbag, namun karena Kimung sudah enek dengan pembahasan buku Scumbag—Kimung baru saja membedah buku itu tgl 19 Januari 2009 di Selasar Sunaryo—maka ia minta agar diskusi digiring saja ke pembentukan opini masa pasca Insiden AACC. Kebetulan sangat dibutuhkan forum untuk menggiring kampanye pasca Insiden AACC.<br />
Nah di tahun 2010 ini, Buch Messe diisi oleh penampilan Karat. Acara yg digelar tgl 15 dan16 Februari 2010 di Kampus STBA YAPARI-ABA Bandung ini menggelar bazar buku umum, talk show dari komunitas Commonroom—Kimung protes mempertanyakan ‘komunitas Commonroom’—lomba musikalisasi puisi dan pidato dalam bahasa Jerman, dan pentas seni budaya &amp; kuliner. Di acara pentas seni inilah Karat mengisi acara bersama dengan kelompok lain, yaitu : Salahsadaya Percussion, Angklung Gentraseba, Teater Ungu, STBA Big Band, Kabumi, Elsie, Maskot, dan penampilan akustik dari Fajar France &amp; Friend. Karat dijadwalkan maen tanggal 15 pukul 13.00. pukul 13 tepat para personil Karat sudah tiba di STBA dan segera bersiap-siap. Hadir juga Bucek bareng York dari Berlin yang kemudian ditodong Man untuk berkolaborasi dalam lagu “Blues Kinanti”, bernanyi lirik “Budak Leutik Bisa Ngapung” dalam bahasa Jerman.<br />
Secara umum Karat bermain baik siang itu. Gig dibuka dengan “Karinding Pamuka”, berlanjut dengan “Hampura Ma” dan “New York” yang menghentak. Karat langsung menghajar dengan “Washed” dan kemudian “Blues Kinanti” yang menampilkan York untuk bernyanyi dengan bahasa Jerman berduet dengan Man. Karat langsung menghajar audiens dengan “Lagu Perang” dan kemudian ditutup dengan “Kawih Pati”. Semua dimainkan dengan baik tanpa kendala kecuali sound system yang bututnya ngga ketulungan hehehe… but it’s okay. Hmmm sedikit kritik mungkin untuk para mahasiswa niiiiiihhhhh…<br />
Sepanjang sy sbagey grupis mengikuti perjalanan panggung Karat, panggung-panggung Karat yang terburuk biasanya di kampus-kampus dehh—kecuali acara ITB (acara di awal-awal Karat mulai manggung) yang memang hebat banget tuh..hellyeah!! Dua panggung terakhir Karat di kampus—Stikom dan STBA—kampus menampilkan performa organisasi mahasiswa atau EO mahasiswa kali yahh yang berantakan. Ini terlihat dari penyajian acara yang seadanya, kurang konsolidasi dengan sesama mahasiswa, kurang konsolidasi sama dosen dan pihak kampus, etc., dll., dsb. Bukannya Karat olo-olo, kolokan, pengen manggung di pentas yang gebyar. Tapi dibandingkan dengan acara RW Sukalilah misalnya, atau acara pemilihan RW di Babakan Asih, atau bahkan Libertad yang sangat seadanya dan digarap di gunung yang sangat jauh dari peradaban, acara-acara kampus terakhir memang butut banget digarapnya, butut banget pula segala hal penataannya, dan akhirnya band sekelas Metallica pun kalo manggung di sana dijamin pasti bakal butut juga gtuu lohh. Nah loh! Daripada dibilang butut, mending kita introspeksi yah.. coba sajikan sesuatu yang baik, hormati tamu kita, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati tamunya. Orayt cskuu!!?? Smoga mahasiswa tak mentang-mentang mahasiswa yang selalu gaya berkutat di bidang idealisme sampai-sampai menjadi naïf, kumuh, dan kehilangan hasrat estetis dalam menyajikan sesuatu. Tidak menarik.<br />
Sehabis dari STBA, Karat langsung menuju Commonroom. Kimung dan Hendra sendiri saat itu sudah sepakat bahwa sehabis panggung STBA jika memungkinkan mereka akan langsung menemui Eben untuk membicarakan masalah kolaborasi “Tiga Titik Hitam”. Setelah Eben konfirmasi kalo dia nyantey, maka Kimung dan Hendra pun bersiap-siap. Tak lupa mereka pamitan dan mengajak Karat yang lain seperti Mang Utun, Mang Engkus, Man Jasad, Jawis, dan Jimbot yang hadir di CR saat itu. Semua juga menyatakan akan ikut ke Eben, kecuali Man Jasad yang harus membuat surat undangan acara peringatan 2 Tahun Insiden Sabtu Kelabu dan Jimbot yang ada acara lagi. Yang tak ikut juga adalah Okid yang juga ada keperluan dan langsung cabut sehabis dari STBA, dan tentunya Aki Amenk yg emang absen sedari awal. Singkat kata jam 4 sore, Kimung, Hendra, Mang Utun, Mang Engkus, dan Jawis sudah berada di Studio Burgerkill. Ketika sampai Abah Andris sudah di Studio. Siap-siap mau nyapu halaman karena banyak daun-daun dan ranting berantakan di halaman akibat hujan besar tanpa ampun beberapa saat sebelumnya. Abah Andris pun sasapu seraya mendongeng mengenai Burgerkill di Aussie.<br />
Setelah semua beres, Abah dan Karat lalu berkumpul di studio membincangkan mengenai kemungkinan musik “Tiga Titik Hitam” format kolaborasi Burgerkill vs Karat. Abah mengungkapkan setidaknya ia sudah punya bayangan di intro lagu dan di sesi chaos tengah lagu ketika lead gitar Agung masuk. Penggambaran Andris sebenarnya tak jauh dengan yang sudah dibayangkan oleh Karat. Namun hingga saat itu masih belum jelas apakah Burgerkill akan memainkan drum atau Andris akan bermain celempung/karinding untuk proyek kolaborasi ini.<br />
Tak beberapa lama, Eben datang, disusul Viki dan kemudian Ramdhan. Setelah sedikit brainstorming, akhirnya Eben dan Burgerkill mengadakan pendekatan pemahaman terlebih dahulu kepada karakter suara dan pola pirigan karinding dan celempung. Maka lagu “New York” kemudian dimainkan. Setelah itu Karat memainkan lagu yang bertempo sangat lambat dan sesuai pakem dasar pirigan celempung karinding. Dan ketika akhirnya Burgerkill memahami karakter karinding dan celempung serta pola permainan Karat, mereka sepakat untuk mulai mencoba memainkan “Tiga Titik Hitam”. Untuk itu Eben memberikan masukan pirigan karinding dan celempung Hendra. Eben juga menegaskan kapada Karat bahwa ini adalah proyek kolaborasi dan karenanya ia tak ingin keberadaan karinding dan celempung hanya sebagai tempelan saja. Karinding dan celempung harus menjadi bagian dari lagu dan karenanya pasti akan ada perubahan aransemen yang besar untuk “Tiga Titik Hitam”. Dan benar saja. Eben dan Abah sepakat untuk tidak menggunakan drum dalam proyek ini. Eben meminta Abah untuk konsentrasi memberikan pola kepada Karat dengan bermain karinding atau celempung. Abah mencoba memainkan keduanya.<br />
Sekali memainkan “Tiga Titik Hitam”, langsung terasa kekuatan lagu ini baik oleh Burgerkill maupun oleh Karat. Mereka langsung bisa merasakan peran mereka masing-masing dalam lagu ini walau tentu saja dalam kesempatan pertama ini masih belum terasa nyawa permainan karinding dan celempung. Masuk putaran ke dua, “Tiga Titik Hitam” dimainkan tambah kacau hahaha… Barulah setelah saling briefing, di putaran ketiga sedikit demi sedikit mereka mulai dapat mengumpulkan nyawa mereka untuk “Tiga Titik Hitam”. Malam itu sekitar lima sampai enam sesi lagu “Tiga Titik Hitam” dimainkan Burgerkill dan Karat. Hingga waktu menunjukkan pukul 20.00, akhirnya latihan dicukupkan demikian dengan janji besok latihan lagi dengan format yang lebih baik dan lengkap.</p>
<p>Selasa, 16 Februari 2010<br />
Burgerkill vs Karat, Studio Burgerkill, “Tiga Titik Hitam” sesi 2.<br />
Hari yang cerah. Hari ini Karat punya jadwal manggung di acara peluncuran komik Pamali#2 karya Kak Norpan Harharhar dari Regu Uncal. Panggung Karat kali ini digelar di Galeri Jeihan, di kawasan Padasuka Atas. Hmmm tempat yang sangat asri! Acaranya di sebuah joglo lumayan besar dan terbuka, dikelilingi dapuran awi yang setia memainkan simfoni alam. Di pinggir joglo ada mesjid yang tak kalah asri, menambah suasana asyik sore hari itu. Para gangster Karat sampai di lokasi bada Ashar sekitar pukul setengah empat. Setelah ngaso sebentar dan kebetulan juga lagi break Ashar saat itu, Karat tampil di panggung.<br />
Karat memainkan list lagu yang sama dengan ketika mereka melabrak STBA sehari sebelumnya. Sususan lagu semuanya sama. Yang membedakan kini adalah suasana. Karat bermain lepas tanpa beban, tanpa sound system juga. Tak butuh sound system di suasana alam seperti itu. Di dapuran awi yang saling berkeresekan indah, musik bambu justru akan semakin gampang melebur tanpa adanya sound system. Maka Karat menghajar semuanya dengan lepas. Dan hal ini juga yang membuat mereka tampil sangat baik. Seusai manggung, semua personil Karat puas. Jauuuuhhh lebih puas dibandingkan dengan gig di STBA sehari sebelumnya (Kimung sampai bete abis dan uring-uringan gag jelas juntrungnya selain karena hilang kupluk warisan Scumbag, juga karena tidak nyaman maen).<br />
Karat masih ingin diam berlama-lama di peluncuran buku Pamali#2 karya Kak Norpan, tapi jam 4 mereka sudah harus berlatih bersama Burgerkill. Maka sesudah maen mereka langsung bersiap-siap berangkat kembali ke Studio Burgerkill. Kini Man ikut ambil bagian bergabung. Amenk, Okid, dan Jimbot kembali absen karena mereka harus mempersiapkan berbagai hal. Man juga awalnya tak bisa karena harus menyelesaikan persiapan Peringatan 3 Tahun Insiden Sabtu Kelabu. Namun demikian, akhirnya Man ikut juga ke studio. Frans yang bertemu Karat di acara launching Pamali#2 ikut serta ke studio karena ingin memotret latihan Burgerkill vs Karat itu. Sebelumnya, hari Sabtu Kimung emang ketemu Frans di Jendela Ide dan Frans mengungkapkan ingin motret proses kolaborasi itu untuk dokumentasinya pribadi.<br />
Sampai di studio, Burgerkill sudah kumplit, minus Agung. Setelah berhahahihi dan kongkow sebatings dua batings rokis dan kopis di halaman yang asri, mereka mulai masuk studio. Latihan Burgerkill vs karat “Tiga Titik Hitam” sesi dua segera digelar. Setelah mereview sebentar, mereka langsung menghajar lagu. Di putaran pertama lagu terdengar jelas karinding dan celempung masih belum bisa ngawin dengan gitar dan bass Burgerkill. Barulah setelah review sebentar dan masuk ke putaran kedua, mereka mulai enjoy dan ngawin dalam memainkan “Tiga Titik Hitam”. Lebih dari sepuluh kali dan break dua kali “Tiga Titik Hitam” dimainkan sebelum akhirnya Agung tiba. Man yang awalnya sudah berisap-siap karena janjian dengan Bebi di Commonroom pun akhirnya urung berangkat dan kembali bergabung memainkan “Tiga Titik Hitam”, kali ini dengan kehadiran Agung.<br />
Benar saja, ada nuansa beda dengan adanya Agung. Melodi semakin kaya dengan dua gitar di lagu ini dan anehnya, semakin kayanya nada yang dimainkan Agung justru semakin memperkuat karakter permainan karinding dan celempung. Burgerkill dan Karat memainkan “Tiga Titik Hitam” dua putaran sebelum akhirnya bersorak dan bertepuk tangan, puas dengan aransemen kolaboratif yang mereka hasilkan.<br />
The pigs have won tonight, now they can all sleep soundly, and everything is all right…</p>
<p>Jumat, 19 Februari 2010, ULANG TAUN KARAT<br />
Jumat yang cerah di musim hujan. Walau gerimis turun namun langit cerah mala mini. Karat sudah berkumpul di Commonroom beserta dulur-dulur sadaya. Ada Zia, Arief, Mang Tahu, Kiki, dll. O iyaa Karat juga kedatangan tamu malam itu, Kang Dede dari Kasepuhan Sinar Resmi. Pupuhu ini yang pada Seren Taun Agustus 2009 menjadi tokoh Kasepuhan di kawasan Cisolok, Banten Kidul meneliti tentang angklung. Kimung mencatat dalam jurnal pribadinya, “Kang Dede adalah tokoh muda kasepuhan kawasan Banten Kidul. Ia dikenal di semua kasepuhan. Selain karena kiprahnya dalam membangun jaringan dengan kasepuhan lain serta kelompok-kelompok yang memiliki perhatian terhadap kebudayaan tradisional di Jawa Barat, juga karena semua kasepuhan di Cisolok, Banten Kidul memiliki keterikatan darah. Selama tiga hari ini saya makan enak tidur enak. Gule munding dan perawan-perawan yang cantik alami di sekeliling saya hahaha.” Tiga mingu setelah kunjungan Kimung ke kasepuhan Cipta Mulya, giliran tim Commonroom yang mengunjungi Kasepuhan Sinar Resmi. Gustaff, Reina, Jenggot, Kimung, dan Jawis berangkat minggu ke tiga Agustus 2009 memenuhi undangan Kang Dede untukmenghadiri upacara adat Seren Taun Sinar Resmi yang ke 460.<br />
Personil Karat malam itu lengkap. Full team! Latihan malam itu dimulai dengan memantapkan “Tiga Titik Hitam”. Amenk yang baru bergabung dengan “Tiga Titik Hitam” dapat dengan cepat mengikuti pola permainan karinding dan celempung. Ada beberapa kali sesi latihan karinding dimainkan bersama-sama sesuai dengan ketukan lagu. Jimbot ikut mengguide para karindingers Karat dalam membangun dan memainkan pola pirigan “Tiga Titik Hitam” yang memang tak biasa dimainkan. Pirigan dan ketukan karinding dalam lagu “Tiga Titik Hitam” juga harus secara konstan terjaga karena fungsi karinding dalam lagu ini vital. Ia membangun nuansa lagu dan ini hanya bisa dilakukan katika instrument dimainkan berulang-ulang secara bersamaan dalam ketukan dan pirigan yang tepat. Satu kesalahan saja akan dapat merusak nuansa yang terbangun dalam lagu. Dan nuansa karinding di “Tiga Titik Hitam” dapat dikatakan tiga sampai empat kali lebih kelam daripada versi asli atau akustik-drum Burgerkill di “Tiga Titik Hitam”. Hmmm sebetulnya bukan kelam sih… Lebih meditatif.  Lebih ke perenungan ke dalam diri sendiri secara bersamaan. Suara-suara yang keluar harus benar-benar jauh dari relung. Beyond consciousness. “Tiga Titik Hitam” dimainkan beberapa putaran sampai dirasakan karinding bisa bermain bersama-sama tanpa ngaremeh.<br />
Lagu berikutnya adalah “New York”. Sampai hari itu “New York” masih belum diberi lirik. Karat masih dalam taraf penyempurnaan pola music dan pirigan lagu ini. Jimbot menyarankan kepada Kimung sebuah pirigan yang jazzy, mengisi ruang-ruang kosong dalam pirigan celempung Hendra dan ketika pirigan itu dicoba. Nuansa “New York” dirasa semakin terbangun. Kimung masih terus melatih pola pirigan Jimbot ini untuk mengisi beberapa bagian “New York” agar lebih variatif lagi. Hendra juga merubah beberapa tepukan di gong celempungnya. Lebih menghentak, lebih rancak. Sesudah itu “Lagu Perang” dan “Wasit Kehed” digeber langsung. Dua lagu ini menghentak dengan sempurna dari Karat.<br />
Latihan berlanjut ke “Barisan Nisan” dari Homicide. Ini memang proyek lama Karat dalam mengaransemen lagu yang baru terwujud. Rencana ini sudah jauh hari dibicarakan oleh Gaya Eyefeelsick untuk berkolaborasi dengan Karat membawa lagu “Barisan Nisan” sebagai tribute to Homicide. Gaya mengemukakan ia ingin membuat versi lain dari “Barisan Nisan” dengan komposisi music yang jauh lebih pelan. Gaya sendiri ngerap seperti seorang dalang yang bercerita penuh dengan cengkok dan lekak lekuk permainan kata yang memang dengan baik ditulis Ucoxxx. Secara umum, pola music yang akan dimainkan sudah terbayang. Ketukannya sangat lambat. Pola pirigan celempung “Kawih Pati” dicoba ke “Barisan Nisan” dan ternyata pas! Jadi lagu ini akan sangat ngemplad dalam segala kekerasan dan kegroovyannya hahahaaa.. tunggu sajah tanggal mainnyahh fellas!!!<br />
Jumat yang cerah memang dan semakin malam, Commonroom semakin ramai. Datang Eddi Brokoli dkk yang  sudah lama ga ketemu. Kamana wae atuu mang? Hahaha kangen sama Eddi. Dia lagi garap sebuah kuis dan minta ide game kepada yang hadir untuk dia mainkan esok harinya dalam sebuah kuis yang berhadiah sebuah rumah dan uang total 100 juta rupiah hahahaa.. Work on bro!! Imahna keur kami lah xixixii…<br />
Dan sosok Eddi Brokoli juga tak bisa dipisahkan dari Karat. Tepat hari ini satu tahun yang lalu, ia dan gengsternya Gimmick sedang bersiap menggeber sebuah event di Commonroom. Event bertajuk Secret Garden Re-Revisited ini digagas oleh Elank Polyester Embassy dan dievakulasi Elank dan Gimmick  ini adalah Secret Garden yang kedua. Acara ini memang digelar khusus untuk memperkenalkan alat music karinding ke khalayak. Dalam kesempatan itu karinding yang diwakili oleh Karinding Attack berkolaborasi dengan tiga band, Polyester Embassy, Goodbye Lenin, dan Laifenhop, selain juga tampil sendiri. Yang bermain bersama Karat  saat itu adalah Mang Utun, Mang Engkus, Kimung, dan Hendra.<br />
Acara tanggal 21 Februari 2009 ini juga dapat dikatakan sebagai momen pertama Karat manggung dan secara resmi menggunakan nama “Karinding Attack”. Nama ini memang sudah digunakan ketika launching Morbid Nixcotine 12 Desember 2009. Namun, yang manggung saat itu bukanlah Karat. Saat itu ditampilkan permainan karinding buhun dari Giri Kerenceng pimpinan Abah Olot. Hingga saat itu, istlah “karinding attack” masihlah sebuah kata pembuka yang ditulis Kimung untuk lebih mengedepankan Giri Kerenceng. “Karinding Attack” digunakan secara resmi pertama kali di Secret Garden Revisited 21 Februari 2009.</p>
<p>Well, besok hari Minggu tanggal 21 Februari 2009 hahahahahaaa…</p>
<p>Jumat malam kemarin Kang Utun, Kimung, dan Karat yang lain sepakat jika Karat akan berulang tahun setiap 21 Februari. So HAPPY B’DAY FOR TOMORROW KARAAAAATTT!!! HAJAR TERUS JALANAN!!!!!</p>
<p>Bersambung ahhh ke jurnal karat#6…</p>
<p>10 playlist Jon 666 Tarawangsa, Burgerkill, Homicide, Bob Marley, Cianjuran, Carcass, Nailbomb, Kyle Minogue, Eddie Brickell, Queen<br />
Movie : The Forth Kind<br />
Books : Fatimah Az-Zahra Sang Putri Rasulullah by Nunik Utami 2009, Sejarah Tuhan by Karen Armstrong 1993,</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=80&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/20/jurnal-karat-5-19-februari-2010-burgerkill-yang-berkarat-di-%e2%80%9ctiga-titik-hitam%e2%80%9d-dan-ulang-taun-karat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT # 4 JUMAT KRAMAT 12 FEBRUARI 2010, KOLABORASI TIGA TITIK HITAM BURGERKILL VS. KARAT</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat-4-jumat-kramat-12-februari-2010-kolaborasi-tiga-titik-hitam-burgerkill-vs-karat/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat-4-jumat-kramat-12-februari-2010-kolaborasi-tiga-titik-hitam-burgerkill-vs-karat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT # 4 JUMAT KRAMAT 12 FEBRUARI 2010 KOLABORASI TIGA TITIK HITAM BURGERKILL VS. KARAT Asuhan jon 666 Selasa 9 Februari 2010, Rekaman di Studio Manja Parakan Elok Jumat Kramat 5 Feb 2010 para personil Karat sepakat akan bereksperimen rekaman lagu mereka di Studio Manja milik Man di bilangan Parakan Elok. Man yang sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=74&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL KARAT # 4 JUMAT KRAMAT 12 FEBRUARI 2010<br />
KOLABORASI TIGA TITIK HITAM BURGERKILL VS. KARAT</p>
<p>Asuhan jon 666</p>
<p>Selasa 9 Februari 2010, Rekaman di Studio Manja Parakan Elok<br />
Jumat Kramat 5 Feb 2010 para personil Karat sepakat akan bereksperimen rekaman lagu mereka di Studio Manja milik Man di bilangan Parakan Elok. Man yang sudah berhasil merekam pola karinding ciptaannya yang terinspirasi Dying Fetus mengundang kawan-kawan Karat untuk juga merekam lagu di studionya. Tentu saja ini sebuah tawaran eksperimen yang sayang untuk disia-siakan. Ini juga siapa tahu bisa menjadi langkah awal Karat untuk mandiri secara teknis dalam segala hal, termasuk dalam rekaman.<br />
Maka Selasa malam, 9 Februari 2010, pukul 21.00, walau tak semua hadir para personil Karat berkumpul di Studio Manja. Kimung dan Hendra pertama kali datang, disusul segera oleh Jawis, dan kemudian Okid. Aki Amenk memberikan konfirmasi tak akan datang. Pun Mang Utun dan Jimbot. Gapapa kata para personil Karat yang hadir. Semua yang hadir bisa merekam malam itu. Yang tidak hadir bisa menyusul kemudian.<br />
Setelah pemanasan, menunggu superglue untuk memperbaiki nada celempung Mang Utun yang dipakai Hendra, Man sebagai operator dan Karat mulai mencari hitungan metronom lagu per lagu. Setelah metronom ditemukan, sesi rekaman pun dimulai. Yang pertama direkam disepakati “Washed” yang memang sudah dikuasai semua yang hadir. Hendra take celempung duluan. Butuh beberapa kali take sebelum akhirnya Hendra merampungkan pola celempung sesuai dengan ketukan metronome.<br />
Usai Hendra, giliran Kimung kini yang loading. Kimung mengalami kesulitan dalam take kali ini. Ia mengalami kesuitan dengan pola pirigan celempung Hendra yang cenderung meleset dari metronom namun sebenarnya pas. Kimung juga tak menemukan sound yang tepat dalam teknik tepukan celempung yang hasilnya selalu tak memuaskan dalam rekaman. Pun setelah ia akhirnya mengganti celempung Giri Kerenceng dengan celempung Banten Kidul. Akhirnya setelah proses take celempung yang lumayan panjang, Kimung pun merampungkan untuk sementara take celempungnya.<br />
Rekaman kemudian dilanjut dengan loading karinding Okid, Man, Jawis, dan Hendra. Menurut Man, total jendral, rekaman itu usai hingga pukul tiga dini hari. Berikut chat Kimung dengan Okid keesokan harinya…<br />
Kimung : Cuuuu, kmh kmri..?? tuliskeun laahhh keur jurnal cuuu<br />
5:21pmRottrevore : jurnal naon mang<br />
5:21pmKimung : jurnal karat nu tiap saptu ku urg rilis, sbagey perjalanan karat mggu inih cuuu<br />
5:22pmRottrevore : heug.bae pabaliut<br />
5:23pmKimung : wakakakkk pabaliut kmh? washed beres td peuting?<br />
5:24pmRottrevore : tempona diganti teu ka udag kukarinding&#8230; dilaunan..<br />
5:25pmKimung : Wakakakkk jadi celempung oge dirobah atuu..?<br />
5:26pmRottrevore : dilaunan tempona,via softwarena&#8230;. jeung jiga na pirigana kudu aya nu dirobah saeutik<br />
5:26pmKimung : hmmm bisa nyaa? Hehehehe edun uy hheu… pirigan celempung nu kudu dirobah teh?<br />
5:27pmRottrevore : teu kudu celempungmah<br />
5:28pmKimung : jadi ngan karinding hungkul? tapi karinding td peuting beres direkam?<br />
5:29pmRottrevore : nya,meh teu kudu ngarekam deui,tapi ke urang riung keun deui weh.. mung ari isukan maen jam sbraha?<br />
5:30pmKimung : wekekekk teuing cuuu hheuu cobi ka mang uts kntk cuuu<br />
Rottrevore : ari ayeuna aya latihan teu?<br />
5:32pmKimung : teu apal, emg kmri rek lat irh cnh? asa euwh nu ngabejaan ayeuna mah cuuu<br />
5:33pmRottrevore : urang nyien lirik bahasa sunda tapi jiga bahasi india jeung arab nya?<br />
5:34pmKimung : wahh oks oks.. geus ayaa..??<br />
5:34pmRottrevore : ke ditempokeun lyricna&#8230;<br />
5:34pmKimung : imelkeun laahh ngarah urg jieun ayeuna piriganna cuuu<br />
Rottrevore : judulna YARO LAGAK SAWA KOCAM… SALAH YARO KALAG SAWA KOCAM<br />
5:38pmKimung : wakakakkk oray galak awas macok wakakakkk imelkuen laaahh<br />
Rottrevore : TAPI URANG HAHALEUANGAN MAH JIGA BASA INDIA atawa arab<br />
5:40pmKimung : wekekekk pastinyoo hahahaha<br />
Rottrevore : meunang teunya… urang kokok heula<br />
5:42pmKimung : meunang atuuuhh… ceuk kami kituuhh hahahaha… sipsip atuuhh.. slamat berkokok sajah cskuuu<br />
Di hari Rabu itu juga beredar SMS Mang Utun yang membuat dinamika Karat semaikin seksi sajah : Burgerkill mengajak Karat tampil berkolaborasi dalam sebuah acara yang akan ditayangkan di MTV. Bagi Karat sjakan ini tentu saja merupakan sebuah kehormatan. Bukan Cuma karena diajak oleh Burgerkill—band metal terdepan Indonesia—tapi juga ini adlah kolaborasi pertama dengan band metal dan ditayangkan di stasiun ikon pop Indonesia, dan dunia : MTV. “Urang obrolkeun enjing jelasna ang,” sambung Mang Utun.</p>
<p>Kamis, 11 Februari 2010<br />
Sore itu para personil Karat berkumpul di Commonroom. Kamis yang sangat ramai!! Selain Openlabs yang juga sedang pada berkumpul, Bandung Oral History yang sedang Kemisan dengan menu presentasi Historiografi Eropa oleh Kimung, Kamis itu tampak juga para personil Beside, manajemen, dan kru sedang berkumpul untuk merencanakan pengajian dan doa bersama untuk memperingati Insiden Sabtu Kelabu 9 Februari. Acara pengajian ini rencananya akan dilakukan hari Rabu tgl 17 Februari 2010 di Commonroom.<br />
Para Personil Karat berkumpul dalam rangka membicarakan rencana kolaborasi dengan Burgerkill dalam lagu “Tiga Titik Hitam” untuk mengisi salah satu acara di MTV. Kalo ga salah nama acaranya MTV Studio. Untuk membicarakan rencana itu kabarnya Jemi akan datang sore itu. Mang Utun, Aki Amenk, Man Jasad, Jawis, Hendra, Jimbot, Okid, dan Kimung yang kemudian bergabung tak lama kemudian setelah forum BOH selesai. Pelataran Commonroom semakin ramai saja dengan berpadunya tiga gangster dua generasi itu : Beside dan Karat yang didominasi wajah-wajah lama Uberebels dan BOH yang didominasi wajah-wajah baru Uberebels. Suasana sangat ramai.<br />
Sayang Jemi sebagai perwakilan dari Burgerkill yang ditunggu-tunggu tak jadi datang malam itu.</p>
<p>Jumat, 12 Februari 2010<br />
Hujan masih mengiringi Jumat Kramat 12 Februari 2010. Namun, suasana ramai tetap menghiasi Jumat Kramat minggu ini. Personil Karat dan kawan-kawan, Zia, Arief, dan Dinan Profanatixa plus dua anggota Bandung Extreme Sketch Club—sebuah gangster ceceesan para desainer khusus death metal dan sgala yang berbau ekstrim—Gencuy Brutal Art dan Candra Monmon Art; Eka, Reggi, dll hadir di pelataran commonroom. Ramai dan hangat karena juga disemarakkan oleh nasi gila yang memang gila pedasnya. Cociks untuk malam hujan dan dingin. Sayang Aki Amenk kembali tak bisa hadir karena ia terjebak banjir di Dayeuh Kolot.<br />
Akhirnya Karat masuk arena latihan. Semua duduk di lantai beralaskan tikas pandan dan tikar plastik. Umi sang gadis Jepang yang baru saja kembali ke Indonesia setelah kepulangannya ke Jepang ikut bergabung latihan dengan Karat malam itu. Umi emang memiliki ketertarikan khusus terhadap Karinding. Kiki yang juga hadir bersama Karat ikut bergabung ke dalam lingkaran. Dan latihan pun memulai prosesi jumaahan wengi.<br />
Prosesi di buka oleh Mang Utun yang menyampaikan perkembangan Karat satu minggu ini yang ternyata semakin dinamis saja. Dibuka dengan refleksi betapa Karat kini sudah semakin dikenal orang dan karena itu Karat harus lebih serius dan inovatif lagi dalam mempersiapkan segalanya, terutama dalam mengisi berbagai undangan gigs dan persiapan rekaman. Mang Utun mereview beberapa jadwal manggung Karat sepanjang Februari : 15 Feb di STBA acara Buch Messe, 16 Feb di launching buku Pamali#2 Norvan di Galeri Jeihan, 20 Feb kolaborasi dengan Burgerkill di lagu “Tiga Titik Hitam” khusus untuk acara MTV Studio, 25 Feb kolaborasi dengan Europe Troppen di Gedung Indonesia Menggugat dalam acara loncing sebuah majalah urban, serta 28 Feb di acara ulang tahun preman Ujungberung dan Unpad Jatinangor. Selain itu, kabarnya tanggal 26 dan 27 Februari Karat juga ada jadwal amnggung tapi masih belum jelas di mana dan acara apa karena masih belum ada konfirmasi lebih lanjut. Yang paling disoroti secara serius tentu saja adalah rencana kolaborasi dengan Burgekrill untuk tampil di MTV. Namun demikian hingga malam itu, belum ada konfirmasi jelas dan langsung dari pihak Burgerkill mengenai rencana ini. Konfirmasi baru dilakukan Jemi manajer Burgerkill via telepon kepada Aki Amenk dan Mang Utun serta SMSan Kimung dan Eben. Namun demikian, Mang Utun menegaskan Jemi akan datang Jumat Kramat untuk membicarakan rencana kolaborasi ini. Setelah siap, latihan pun mulailah.<br />
Latihan dimulai dengan fiksing lagu “New York New York”. Jimbot yang baru bergabung menggarap lagu ini mencoba meraba-raba “New York” dengan tiupan toleat dan suling. Belum 100% fiks tapi ada beberapa bayangan pola alat tiup yang akan dimainkan Jimbot untuk menyemarakkan “New York” yang memang rancak dan ramai. Yang paling jelas akan menyemarakkan “New York” tentu saja adalah beatboxing Kang Diki. Sayang, Karat lupa mengundang Kang Diki untuk ikut bergabung berlatih malam itu, padahal Kang Diki sudahbersedia ketika chat dgn Mang Utun di Facebook. Secara umum,” New York” semakin matang minggu ini. Karinding sudah mantap hanya saja Kimung curhat masih ada sedikit ganjalan mengenai pola karinding “New York” yang sepertinya akan lebih greget jika diset lebih genit dan dinamis sesuai dengan pola celempung. Namun demikian malam itu semua asik dengan dinamika lagu “New York”.<br />
Lagu kedua yang dilatihkan adalah “Washed”. Lagu ini emang sudah fiks. Jimbot yang sudah lumayan memiliki gambaran semakin mantap dengan “Washed”. Tipuan toleat dan sulingnya semakin tajam, bahaya , dan tahu sudut-sudut liar yang harus diredam oleh alunan alat tiup bambunya. Lagu selanjunya adalah “Hampura Ma”. Lagu ini pada dasarnya memang lagu pionir Karat. Lagu yang pertama kali diciptakan sekaligus juga pertama kali direkam oleh Karat. Lagu ini pula yang terus menerus dimainkan di panggung-panggung karat sepanjang tahun 2009 dan secara manis menempel dalam benar para personil Karat. Namun demikian, “Hampura Ma” yang dilatihkan jelas berbeda dengan “Hampura Ma” yang selama ini dimainkan. Sudah ada pola yang baik kini. Dan walau sudah terpola secara baku, sama sekali taka da kesulitan bagi para personil Karat untuk ngawin, bersatu dengan “Hampura Ma” bagaimanapun aransemen yang dibuat Karat untuk lagu itu. “Hampura Ma” melenggang dengan manis dan harmonis walau Jimbot berkali-kali harus mengetes tiupan toleatnya.<br />
Lagu selanjutnya yang terus digarap adalah “Blues Kinanti”. Minggu ini “Blues Kinanti” semakin menunjukkan warnanya. Pola karinding dan celempung yang bluesy sudah semakin kenatra walau tentu saja belum 100% fiks yah… Jimbot malah bereksperimen menggunakan dua suling yang ia tiup dan mainkan langsung untuk mengganti akor-akor harmonika. Hmmm sebenarnya Mang Utun sudah siap memainkan harmonika untuk lagu ini, namun sedapat mungkin karat tetap pada komitmen memainkan alat musik utama dari bambu untuk lagu-lagu di album sekarang ini. Kehadira Umi sang gadis Jepang juga memberikan inspirasi khusus bagi Man sang vokalis untuk menambah perbendaharaan bahasa untuk “Blues Kinanti”. Sejauh ini man sudah mempersiapkan lirik lagu dalam dua bahasa, Sunda dan Jerman. Bahasa jerman didapatkan dari hasil terjemahan York sang Pemuda Berlin khusus untuk Karat. Man meminta Umi untuk menerjemahkan “Blues Kinanti” Budak Leutik Bisa Ngapung ke dalam bahasa Jepang. Umi menyanggupinya.<br />
Sehabis “Blues Kinanti”, Karat segera menghajar dengan “Lagu Perang” yang langsung disambung “Kawih Pati” atau Song of Death. “Lagu Perang” seperti biasa lancar karena sudah sangat dikuasai Karat. Mereka cuma harus mengulang dua kali sebelum akhirnya masuk ke “Kawih Pati”. Ending “Lagu Perang” yang mengetengahkan gelegar alat musik guludug sekaligus menjadi awal untuk “Lagu Perang”. Nuansa muram, lambat, dan monoton mengantarkan meditasi mendalam “Kawih Pati”. Vokal Man yang mengalun dalam kawih ini juga mengambang. Seperti kematian. “Kawih Pati” tak diulang. Lagu ini selesai dalam sekali latihan walau ada sedikit perubahan dalam pola celempung di tengah lagu, ketika tempo perlahan naik, naik, semakin cepat, cepat, cepat, dan cepat. Kimung dan hendra masih belum menemukan pola ketukan yang pas untuk “Kawih Pati” di bagian itu.<br />
“Kawih Pati” mengakhiri sesi latihan Karat jumat kramat ini. Ketika obrolan ringan mengenai rencana rekaman dan dinamika pergerakan scene independen dan isu turunnya bantuan pemerinta bagi komunitas ini bergulir, datang Jemi dan Mpung yang memang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya sejak kemarin untuk membicarakan rencana kolaborasi Karat vs Burgerkill. Dari penuturan Jemi, acara MTV yang akan diramaikan BK dan Karat adalah MTV Studio. Sebenarnya yang mengisi acara ini adalah Burgerkill, namun Burgerkill berinisiatif mengundang Karat sebagai bentuk dukungan utama Burgerkill dalam pergerakan penyebaran syiar karinding dan kasundaan yang dilakukan Karat di jalur pop. Untuk itu, Burgerkill hanya menyediakan transportasi sebuah mobil untuk Karat pergi ke studio MTV di Global TV Jakarta tanggal 20 Februari. Lagu yang akan dibawakan adalah “Tiga Titik Hitam” walau Kimung sebenarnya lebih memilih “Anjing Tanah”, dengan pertimbangan lagu ini sangat menghentak mantap, cocok dengan performa Karat. Namun, Jemi mengungkapkan, Burgerkill harus membawakan “Anjing Tanah” dalam format full band. Lagu ini tak akan maksimal jika dimainkan Burgerkill dalam format akustik. Burgerkill sendiri memiliki pandangan “Tiga Titik Hitam” akan sangat cocok dibawakan dengan alunan karinding celempung dan karenanya maka lagu ini dipilih. Hmmm ya sudahlah.. toh “Tiga Titik Hitam” juga memiliki kekuatan yang bukan olah-olah. Jemi lalu menyebarkan rekaman “Tiga Titik Hitam” versi akustik ketika dimainkan dalam bedah buku Myself : Scumbag 12 januari 2009 silam kepada para personil Karat malam itu.</p>
<p>Bersambung cuuuuu minggon payun nyaaahh… heuheuheu…</p>
<p>10 Playlist Jon 666 : Tarawangsa, Burgerkill, Faith No More, Fear Factory, Tika and the Dissidents, Homicide, Pearl Jam, Tracy Chapman, John Lennon, Dawson Creeks’s Soundtrack<br />
Movies : Parthenon : Design and Architecture by Ann Grau Duvall, Portishead live in Roseland New York<br />
Books : The Beatles Ways by Larry Lange, The Lost Symbols by Dan Brown</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=74&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat-4-jumat-kramat-12-februari-2010-kolaborasi-tiga-titik-hitam-burgerkill-vs-karat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT#3 JUMAT KRAMAT 5 FEBRUARI 2010, WASHED, LAGU PERANG, NEW YORK, KAWIH PATI FIXXX</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat3-jumat-kramat-5-februari-2010-washed-lagu-perang-new-york-kawih-pati-fixxx/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat3-jumat-kramat-5-februari-2010-washed-lagu-perang-new-york-kawih-pati-fixxx/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT#3 JUMAT KRAMAT 5 FEBRUARI 2010 WASHED, LAGU PERANG, NEW YORK, KAWIH PATI FIXXX asuhan Jon 666 Jumat malam itu Commonroom terlihat sangat ramai. Para personil Karat minus Aki Amenk dan Jimbot yang kebetulan berhalangan, sudah hadir. Selain personil Karat ada juga kru Commonroom dan Ujungberung Rebels hadir. Mang Tahu, Addy Gembel, Dinan, Cuky, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=71&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL KARAT#3 JUMAT KRAMAT 5 FEBRUARI 2010<br />
WASHED, LAGU PERANG, NEW YORK, KAWIH PATI FIXXX</p>
<p>asuhan Jon 666</p>
<p>Jumat malam itu Commonroom terlihat sangat ramai. Para personil Karat minus Aki Amenk dan Jimbot yang kebetulan berhalangan, sudah hadir. Selain personil Karat ada juga kru Commonroom dan Ujungberung Rebels hadir. Mang Tahu, Addy Gembel, Dinan, Cuky, Ranti, Eka, Bucek, Gerag, Boby, dll. Tampak juga beberapa tamu dari luar daerah seperti York dari Berlin Jerman, Eko dari Malang, juga beberapa kawan yang sengaja datang karena memang janjian malam itu seperti Agung Jekomik dan Tiara Grindcore yang janjian sama kimung ngambil buku Tiga Angka Enam untuk dijual di bedah buku Tiga Angka Enam di Kuningan, juga Titora yang sedianya malam itu akan diwawancara oleh Kimung untuk buku Panceg Dina Galur. Titora adalah oldscenester Ujungberung Rebels, vokalis band Beside yang pertama. Total jendral ada sekitar tiga puluh orang berkumpul malam itu.</p>
<p>Setelah kimung akhirnya datang pukul setengah Sembilan, Karat segera ambil posisi untuk melatih lagu-lagu mereka. Man, Okid, Hendra, Jawis, Kimung, dan menyusul mang Utun duduk melingkar, juga beberapa wajah baru adik-adik yang sengaja meluangkan waktu belajar bermain karinding dalam sebuah band bersama Karat. O iyah, mang utun membawa karinding tangkuban parahu untuk dijual malam itu. Segera saja yang hadir memilih dan mencoba karinding2 yang dibawa mang utun. New York dimainkan pertama sebagai pemanasan dilanjut oleh Washed. Ada beberapa kemajuan signifikan dalam latihan jumat kramat kali ini. Okeh, coba ita lihat satu-satu.</p>
<p>Setelah mulai panas oleh New York, karat segera menghajar instrumen dengan lagu Washed. Lagu ini semakin fiks saja dimainkan, namun ada beberapa yang dirobah. Untuk memudahkan bar-bar lagu pirigan celempung dan karinding Washed semakin dipertajam aksennya. Dalam hitungan bar tak ada perubahan sama sekali. Karat sepertinya sudah nyaman dengan pola yang sudah ada. Yang berubah mungkin dalam lirik. Atas saran mang utun teriakan “wasit kehed” dalam refrain lagu ini diganti menjadi “sia kehed”. Sempat ada diskusi dengan kimung yang sepertinya lebih cenderung straight dengan “wasit kehed” karena lagu ini memang ditujukan untuk mereka yang so’ kuasa dan merasa berhak menghakimi siapa saja yg lebih lemah dari mereka. Namun akhirnya atas pemikiran kata “sia” lebih universal dan bisa ke siapa saja, semua menggunakan teriakan “sia kehed!” dalam lagu Washed.selain itu, lagu ini terasa semakin luwes dibawakan namun tak mengurangi ketajaman dan pukulan keras instrumennya.</p>
<p>Setelah washed terasa fiks, karat segera lanjut ke lagu berikutnya : kawih pati. Seperti biasa, kawih pati dibawakan dengan mulus. Lagu ini memang diset tanpa hitungan yang pasti, atau setidaknya masih belum terumuskan. Ada beberapa ganjalan ketika karat akan merumuskan pola musik kawih pati. Pola lagu ini dibuat kimung memang untuk saling mengeksplorasi setiap instrumen yang dimainkan, termasuk vocal. Bahkan sejak awal lagu ini emang akan lebih banyak diisi oleh suara-suara tak lazim hasil eksplorasi vocal. Yang sudah dijajal adalah beluk man dan growling samar yang dikeluarkan oleh ki amenk sambil bermain karinding. Selain itu, eksplorasi vocal lainnya masih belum maksimal. Namun di latihan jumat mala mini man semakin bisa menemukan ruhnya dalam menyanyikan kawih pati.<br />
Lagu ini murni berpatokan pada vocal man. Pola lagu dirancang memiliki lima hingga enam perubahan tempo dan pola celempung dan karinding. Dari lambat sekali hingga akhirnya cepat sekali, chaos, dan tiba-tiba sunyi. Saat ini vocal yang awalnya menjadi patokan kini justru menjadi instrumen yang paling chaos. Vocal dan instrumen tiup. Patokan bar dan pirigan kini berganti ke celempung banten kimung. Pirigan yang monoton namun terus mempermainkan tempo lagu membuat semua mudah mengiuti alur lagu ini. Semua palid dalam permainan masing-masing. Menjadi individu yang mandiri dalm memainkan alat musiknya, hingga alkhirnya celempung banten kimung member aba-aba untuk berhenti serempak. Menyisakan pukulan celempung banten kimung dan celempung giri kerenceng hendra.</p>
<p>Vocal kembali masuk di tengah pirigan celempung yang berbeda dari pirigan awal. Polanya masih tetap sama dengan pola vocal yang pertama dan ketika masuk, ia segera menjadi patokan lagu kawih pati. Karinding, celempung banten dan celempung giri kerenceng bersahut-shutan menimpali vocal, hingg akhirnya vocal berakhir dan kembali ke pola chaos. Ada sekitar 16 sampai 32 bar yang harus dijajal agar lagu ini benar-benar bisa menghanyutkan karat. Palid cuuuuu… dan kawih pati selalu bisa berakhir baik walau karat tentu saja malam itu sangat merasa belum 100 % soul jiwa mereka berpadu dalam lagu ini. Untuk sementara kawih pati sudah dianggap fiks.</p>
<p>Lagu selanjutnya adalah lagu perang. Lagu ini dalam pola musiknya tak banyak mengalami perubahan. Di liriklah yang mengalami banyak perubahan. Man memutuskan untum menggati dua bait lirik lagu perang ke dalam bahasa inggris. Jadi lagu ini dinyanyikan dalam dua bahasa, yaitu sunda dan inggris. Selain itu, perubahan juga ada di refrainnya. Untuk mempermudah patokan celempung hendra, lirik di robah dari asalnya teriak “perang…perang…perang…perang…” menjadi teriak “hajar…hajar…hajar…perang!” dan ternyata perubahan kecil ini berimbas besar untuk kekompakan karat mengakhiri lagu ini. Tambahan kata hajar diusulkan oleh jawis. “geus we ganti ku hajar atuh tong perang!” katanya yang segera disetujui oleh karat yg lain. Okid menambahkan kata perang di teriakan keempat sebagai penanda bar per bar bagian lagu ini. Kimung dan hendra like this so much! Ketukan refrain ini diset jauh lebih grinding, keras, straight, cepat, dan bertenaga.</p>
<p>Kejutan lain untuk lagu perang tak berhenti disitu. Untuk mengisi kekosongan tiba-tiba akibat karat yang mengakhiri lagu perang secara tiba-tiba, man mengisi kekosongan dengan haleuang gagah, “Akuuu… ingiiiinnn.. peeee… raaaaaaannnnggggg…” haleuang man ini diikuti seluruh personil karat lain yang ngahaleuang mengikuti man, namun dengan nada yang berbeda-beda, jadi mirip choir, ada suara satu, dua, tiga, dan seterusnya. Haleuang akhir lagu ini semakin dipapantes dengan alat musik oleh2 tcukimay dari bali yang dinamai guludug. Alat musik ini goyangkan dan menghasilkan suara mirip suara guludug. Eksplorasi ini mengantarkan karat untuk menyambungkan lagu perang yang pendek dengan kawih pati yang panjang. Kawih pati memang berencana akan menggunakan guludug juga dalam rangka menambah suasana lagu.</p>
<p>Sehabis lagu perang dan kawih pati yang menyita emosi, karat ngaso dulu dengan membawakan lagu yang nyantey : blues budak leutik bisa ngapung! Hellyeah! Lagu ini dimainkan di libertad seminggu sebelumnya dan akhirnya jumat ini semakin dimantapkan. Man ternyata sudah menyusun pirigan karinding untuk blues budak leutik, menggantikan gitar. Pirigannya saling bersahut-sahutan dengan vocal, ada delapan ketukan satu barnya, bar berikutnya diisi oleh harmonica yang dimainkan mang utun dan mungkin akan bersahut-sahutan dengan permainan toleat atau trompet atau suling mang jimbot. Blues kinanti—saya pribadi lebih senang menyebut lagu ini seperti itu—belum fiks benar malam itu. Untuk itu cuky kemudian bergabung bermain gitar untuk membiasakan karat dalam ketukan musik blues.<br />
York yang datang dari berlin jerman untuk meriset kemunitas musk metal seperti halnya philipe, bergabung ke dalam lingkaran. York yang sempat ikut bersenandung kecil pupuh kinanti budak leutik bisa ngapung dalam bahasa jerman sontak memberikan ide. Man segera meminta York untuk menerjemahkan lirik budak leutik ke dalam bahasa jerman untuk ia kombikasikan dengan lirik pupuh kinanti sebenarnya. Inovasi man lainnya dalam bernyanyi hehehe… York pun menerjemahkan budak leutik berdasarkan hasil translate ranti ke dalam bahasa inggris. Ia juga kemudian berpupuh dan direkam sebagai patokan unutk man dalam menyanyikan budak leutik di karat.</p>
<p>Break blues kinanti yang belumketahuan beresnya, Karat lalu melatih new York. Lagu ini sudah jadi. Ada salah persepsi mengenai pola yang palijg cocok untuk new York antara pola awal dan pola yang dirobah katika session dengan diki beatboxer. Namun malam itu kimugn dan hendra sepakat memainkan pirigan awal karena lebih simple dan pendek. Pirigan new York yang rancak emmang cocok untuk lagu-lagu pendek tidak berpanjang-panjang karena jika demikian pola rancak dalam new York hanya akan membosankan belaka. Kimungmenambahkan, “Whaa capee cuuu tong panjang2 teuing… new York the piriganna edun pisan hahahaha…!” kimung memang merancang pirigan gong new York dalam kombinasi tepukan jemari dan telapak tangan agar suara gong bisa lebih variatif. Secara umum musik lagu new York sudah fiks 98% malam itu. O iyaa lagu ini juga disarankan untuk diganti judulnya oleh mang utun, lebih disesuaikan dengan konten local. Namun belum ada judul dan lirik yang pasti untuk lagu ini. Secara lirik lagu ini baru 2 % beres.</p>
<p>Sehabis new York karat rehat sejenak berbaur dengan yanghadir. O iyaa sempat ada boit, mas tri, dan bunga putrinya yg cantik datang ke commonroom mengantarkan buku tiga angka enam untuk tiara dan agung jekomik. Setelah rehat karat kembali melatihkan lagu-lagu itu. Karat kembali memantapkan blues dengan irigan gitar cuky. Ada beberapa pola bleus dimainkan untuk berlatih terbiasa dengan musik ini. Karat juga berlatih dua lagu koil, kenyataan dalam dunia fantasi dan lagu hujan. Sebelum akhrnya mereka tersadar bahwa malam itu sudah hamper jam dua pagi. Latihan akhirnya usai dini hari itu.</p>
<p>The pigs has won tonight, now they can all sleep soundly. And everything is alright…</p>
<p>Jadwal manggung Karat Februari 2010<br />
11 februari di Commonroom, ultah profesor<br />
13 februari di Galeri Jeihan, launching buku Pamali#2 karya Norvan Pecandupagi<br />
24, 25, 26, 27, 28 februari, acara belum jelas tapi sudah dijadwalkan, segera update!</p>
<p>10 playlist Jon 666 : tarawangsa, the doors, john lennon, koil, paquita, sonic youth, jimi Hendrix, nine inch nails, dying fetus, carcass</p>
<p>Movie : The Doors (Oliver Stone)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=71&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat3-jumat-kramat-5-februari-2010-washed-lagu-perang-new-york-kawih-pati-fixxx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karat di Libertad, TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS, 30 Januari 2010</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/karat-di-libertad-tempat-dirahasiakan-atas-permintaan-kawan2-punks-30-januari-2010/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/karat-di-libertad-tempat-dirahasiakan-atas-permintaan-kawan2-punks-30-januari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:17:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Karat di Libertad, TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS Sabtu 30 Januari 2010 Hari yang sejuk. Sabtu 30 Januari 2010 masuk commonroom seakan kembali ke tahun 30an. Hari itu commonroom dengan komunitas penggemar radio antik bandung mengadakan pameran radio antik dan beberapa alat antik lainnya seperti kamera foto, kamera film, dan mesin tik. Jam empat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=68&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karat di Libertad, TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS<br />
Sabtu 30 Januari 2010</p>
<p>Hari yang sejuk. Sabtu 30 Januari 2010 masuk commonroom seakan kembali ke tahun 30an. Hari itu commonroom dengan komunitas penggemar radio antik bandung mengadakan pameran radio antik dan beberapa alat antik lainnya seperti kamera foto, kamera film, dan mesin tik. Jam empat sore ketika akhirnya tampil keroncong merah putih memeriahkan sore itu, terlihat para personil karat dan kru mulai berkumpul bersiap untuk berangkat ke cibodas. Setelah trio kang andar – gustaff &#8211; man jasad menyanyikan keroncong kemayoran dengan gegap gempita (wae hahaha), akhirnya karat berangkat ke TEMPAT GIG YG DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS.</p>
<p>Ada dua mobil. Mobil pertama mobil gerag, ada bucek, man, kimung, mang utun, jawis, dan hendra. Mobil kedua mobilnya salomo, ada addy gembel, zia, arief, casper, dan ugun. Setelah perjalanan berkelok-kelok penuh tanjakan, belokan curam, dan jalanan berbatu-batu, rombongan akhirnya tiba di venue. TEMPAT DIRAHASIAKAN ATAS PERMINTAAN KAWAN2 PUNKS yang jelas Bucek geram dengan kerusakan lingkungan dan kisah mang utun tentang lingkungan itu bertahun lalu masih asri. Bucek berseru, “mang kami hayang jadi aktivis lingkungan euyy.. ajakan lah nyaa!” tak henti-henti bucek mengekspresikan kekecewaannya melihat begitu banyak pohon tumbang dan bukit yang menggundul sepanjang perjalanan.</p>
<p>***</p>
<p>Acara Libertad digelar oleh Pyrate Punks sebuah komunitas musisi-musisi punk bandung. Menyebut pyrate punk kita akan segera teringat sosok kangkung. Dan kangkunglah yang mengajak karat untuk main di acara Libertad. Di acara ini, karat tampil setelah error brain. Setidaknya sudah dua kali karat sepanggung dengan error brain dan selama itu error brain selalu menunjukkan performa yg luar biasa. Karat cukup akrab dengan lagu-lagu mereka, terutama lagu “mabuk sampai muntah” dan “anti partai”. Karat manggung di dalam tenda karena hujan turun. Audiens yg didominasi anak punk mulai memenuhi bagian dalam tenda yang lumayan luas.</p>
<p>Karat membuka gig dengan “rajah bubuka” oleh karinding dengan man yang melakukan salam alan man sendiri kepada audiens. Audiens menjawab “Rampeeess&#8230;” ketika “rajah bubuka” selesai ditabeuh. Karat segera menghajar gig dengan lagu “luna maya”. Diawali reangan alat musik bangkong reang duet maut celempung kimung – hendra masuk menghentak. Irama semakin cepat dan cepat ketika para personil karat mengakhiri lagu secara serempak dengan berteriak LU&#8230; NA&#8230; MA&#8230; YA! Tanpa menunggu lama, karat segera menyambung dengan lagu “washed” singkatan dari “wasit kehed”. Man mulai bersenandung di lagu itu, bertimpal kimung dan hendra yang berteriak jadi beking vokal man. Suasana semakin hangat ketika cuky bergabung untuk memainkan guludug, alat musik hadiah dari tcukimay sepulang tur di bali sehari sebelumnya. Karat menamakan komposisi itu sebagai “beluk aral”. Cuky bermain guludug sementara celempung dan karinding mengikutinya dalam irama monoton, tapi tajam, mistis, dan ritmik. Seperti biasa karat bermain tempo dikomposisi ini. Setelah cuky, giliran kangkung kini yang bermain bareng karat. Ia ditodong untuk bermain gitar blues diiringi karinding dan celempung. Kangkung memainkan blues “kinanti : budak leutik bisa ngapung” man mengisi vokal dengan cengkok blues abiisss, sementara mang utun bergantian bermain karinding kemudian harmonika. Blues karinding kinanti menyemarakkan malam libertad yang hangat itu.</p>
<p>Setelah rehat hahahihi sebentar, karat segera menghajar venue dengan “New York New York”. Lagu yg awalnya diberi judul “new york death metal” oleh bucek itu dimainkan berbeda. Ini karena cuky mengisi part-part “new york” dengan guludug hingga kimung – hendra ahrus menyesuaikan ketukan dengan fill in guludug mang cuky. Dan hasilnya spektakuler. “New york” jadi lebih lama tapi berhasil membangun nuansa berbeda dan tak kalah sedap dari pola sebenarnya. Sehabis “new york”, karat segera menghajar gig dengan “lagu perang”. Karat mengulang dua kali lagu itu karena yang pertama agak tak kompak endingnya hehehe… Tapi yang kedua pun ternyata tetap tak sama endingnya hahaha… Tapi cuma sedikit. 99% “lagu perang&#8217; dimainkan dengan baik. Man yang bahkan baru saja membaca liriknya dan baru mempraktekan dalam latihan beberapa saat sebelumnya, langsung bisa mengisi vokal lagu ini. Karat akhirnya menutup gig dengan lagu bahaya “kawih pati” yang membius. Pola tempo lambat yang kini dieksplor karat setelah sebelumnya menghajar dengan power dan tempo penuh dan cepat. Dalam “kawih pati”, karat senagaja memberikan ruang-ruang kosong bagi audiens untuk mengapresiasi musik yang palid dalam “kawih pati”. Usai “kawih pati” karat menyudahi penampilan mereka. Para personil karat menghormat kepada audiens seiring tepukan tangan dan sorak sorai yang ramai malam itu.</p>
<p>Masih banyak band lain yang manggung setelah karat. Ketika karat akhirnya harus kembali, band punk dari sukabumi sedang merangsek audiens di gig. Sayang karat harus pamit karena masih banyak hal-hal lain yang menunggu untuk dihajar karat hari esok. Well, trimakasi kepada karat, ade casper, zia, arief, ugun, addy gembel, gerag, salomo, kangkung, themfukk, cuky, babam, kuya. Great many many cheers!!!</p>
<p>jon 666</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=68&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/karat-di-libertad-tempat-dirahasiakan-atas-permintaan-kawan2-punks-30-januari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JURNAL KARAT#2, JUMAT KRAMAT 29 JANUARI 2010, KAWIH PATI, KARINDING MAN, DAN KOLABORASI LAGU NEW YORK DENGAN BEATBOX</title>
		<link>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat2-jumat-kramat-29-januari-2010-kawih-pati-karinding-man-dan-kolaborasi-lagu-new-york-dengan-beatbox/</link>
		<comments>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat2-jumat-kramat-29-januari-2010-kawih-pati-karinding-man-dan-kolaborasi-lagu-new-york-dengan-beatbox/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimun666</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[KARINDING ATTACK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kimun666.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[JURNAL KARAT#2, JUMAAHAN WENGI 29 JANUARI 2010 NGAGARAP KAWIH PATI, KARINDING MAN, DAN KOLABORASI LAGU KARAT NEW YORK NEW YORK DENGAN DIKI BEATBOXER. Oleh jon666 Dddrrrrrrrttttt! Dddrrrrrrrttttt! Dddrrrrrrrttttt! Senin jam 10 malam, 25 januari 2010. Kimung yang saat itu sudah mulai ngalenyap menuju mimpi indah sontak terbangun dr ketika hp yg tgletak di dpn wajahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=66&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JURNAL KARAT#2, JUMAAHAN WENGI 29 JANUARI 2010<br />
NGAGARAP KAWIH PATI, KARINDING MAN, DAN KOLABORASI LAGU KARAT NEW YORK NEW YORK DENGAN DIKI BEATBOXER.</p>
<p>Oleh jon666</p>
<p>Dddrrrrrrrttttt! Dddrrrrrrrttttt! Dddrrrrrrrttttt!<br />
Senin jam 10 malam, 25 januari 2010.<br />
Kimung yang saat itu sudah mulai ngalenyap menuju mimpi indah sontak terbangun dr ketika hp yg tgletak di dpn wajahnya bgt menderit-derit manja. Hmmm Man Jasad. Ad ap mlm2 gnii?<br />
“Halow..?”<br />
“Wheyy cskuu!! Geus sare nya..? Wehehehee..”<br />
“Heueuh hehe… kmh kmh csku..??<br />
“Ieu kami geus boga pirigan anyar yeuh! Tapi karinding hungkul! Duh sorii yeuh ngaganggu.. tp kami keur sumanget pisan yeuuhh..!!!”<br />
“Wehehehe kaleum cskuu.. Irh atuu pggh?”<br />
“Euuhh ku kami rekam heulanatuu nyaa.. ngke cd-na dititipkeun di mang ismet?”<br />
“Orayt siap cskuu.. ngke kami bawa ka kamenrum. O nya Kawih Pati ge geus jadi da. Kari fiks bareng kabeh.”<br />
“Okeh okeh atu ari kitu mah csku. Sip sip. Dilajeng atu ahh hehehe.”<br />
“Orayt 86, nuhuns csku!”</p>
<p>Kimung baru dapat rekaman pattern karinding ciptaan man hari kamis setelah pemutaran film The US Vs John Lennon di forum Bandung Oral History. Ia mencatat selasa, 26 januari 2010 gabung bareng abah &amp; dinan dlm sesi pemotretan model untuk majalah newnoise. Rabu ujan gede bgt trus banjir trus macettt paraaahhhh!!! Kimung juga belum menggarap pola karinding man malam itu krn ia masih fokus fiks lagu Kawih pati yang 90% beres pola celempungnya. Baru esok paginya, kimung menggarap lagu man.</p>
<p>Ini adalah dua lagu yang berbeda. Kawih Pati ditulis man, menceritakan ttg kematian sebagai akhir dari perjalanan hidup manusia. Ini salah satu penggalan liriknya :<br />
Rek kamana atuh nya balik (mau ke arah mana)<br />
Rek kamana atuhnya mulang (mau ke mana pulang)<br />
Gening ieu waruga (ternyata jiwa)<br />
Gening ieu raga (ternyata raga)<br />
Tangtu pasti binasa (tentu binasa)</p>
<p>Hmmm sbuah perenungan yg bernuansa gotik yahh bagi sy pribadi. Apa lagi kalo nyimak bait-bait selanjutnya. Kelam namun bgt tenang. Mungkin kita punya berbagai versi ttg kematian, ada yg bercahaya, ruang putih, siksakubur, etc btc. Tp tetap sj kematian itu adlh ttg ketenangan. Trutama bagi yg idup. Stttt quiet. Pola celempung, kimung buat lambat dan monoton. Karinding sepertinya akan bermain lambat juga. Pertama vocal masuk dua bar kmudian 2 bar lagi toleat, kmudian vocal lagii, setelah itu ada perubahan pola dan tempo perlahan naik. Toleat terus main ngikutin tempo dan pirigan celempung yg juga makin naik. Perlahan smua smakin cepat, cepat, cepat, setelah 4 kali aba-aba, music tiba-tiba berhenti. Yang main mungkin celempung sj ke pola semula. Lambat dan monoton. Terus menerus. Vocal masuk lagi. Toleat lagi, tempo naik lagi, sampe akhirnya fade out. Sudah sgitu. Kimung curhat jika pola celempung kawih pati datang bagaikan ilham. Sejak detik pertama ia baca lirik man, lsg terbayang bagaimana jadinya music yg akan iringi lirik ini. Hehehe work on cuuu.. Sementara itu, pola karinding ciptaan man sangat berbeda dgn pola karinding yang biasa dimainkan sebelumnya. Man sepertinya terinspirasi dying fetus dalam menggarap pola karinding lagu ini. Ketukannya ganjil, juga patternnya. Nah jumaahan wengi ieuuulaahh dua lagu itu rencananya akan difiks.</p>
<p>Namun sebelum malam tiba, kimung sepertinya sudah tak sabar menggarap lagu2 baru tersebut. Ia yang kebetulan off work untuk hari itu akhirnya memutuskan berkunjung ke kang hendra yang rumahnya di cimahi, tak terlalu jauh dari rumah kimung di cijerah. Di rumah kang hendra, duet berdarah celempung karat ini mematangkan washed, lagu perang, dan new York new york. Mereka berdua juga lalu mulai menggarap kawih pati dengan pirigan dasar pola celempung yang disusun kimung. Di sela-sela altihan, kimung menulis lirik lagu perang dan dan mengepaskannya ke pola music yang sudah selesai digarap si karat. Jam lima sore mereka berdua akhirnya melenggang menuju commonroom. Kang hendra sempat singgah di rumah kimung dan kembali nabeuh celempung beberapa kali sebelum kang hendra akhirnya berangkat duluan karena ada janji sama mang utun di commonroom. Kimung sendiri berjanji menyusul ke commonroom jam 8 malam.</p>
<p>***</p>
<p>Dan begitulah sodara2 yg budiman. Jumat keramat 29 januari 2010, jam delapan malam para personil karat sudah ngarumpuyuk di commonroom walaupun hujan terus turun tak brenti brenti. Ada mang engkus, mang utun, mang hendra, aki amenk, jawis, kimung, okid, ade casper, mamang tahu, dinan, regi, gembel, dll dsb. Karat mulai nabeuh jam sembilan malam. Mereka mengulang washed, lagu perang, new York new york, dan kemudian mulai menggarap kawih pati. Lagu ini seperti bayangan kimung yang menggarap pola musiknya, lagu ini akan mudah diikuti mengingat kimung merasa tingkat penyatuan rasa para penabeuh karinding dan celempung di karat sudah mulai bisa mengalir dalam satu rasa yang sama. Latihan memainkan lagu-lagu palid seperti kawih pati akan melatih improvisasi karat dalam melakukan berbagai jam session.</p>
<p>Lagu selanjutnya yang lalu fokus dilatihkan karat adalah pola karinding ciptaan man. Karena sudah direkam, persinol2 karat hanya perlu mendengarkan rekaman karinding man dari speaker. Hmmm sebuah lagu yang rumit dan ganjil, tak seperti lagu2 karat yang lainnya. tapi malam itu semua setuju jika lagu ini akan jadi lagu yang sangat menantang dimainkan. Aki amenk malah sangat antusias dengan lagu ini. Amenk menyimak jika pola karinding yang dimainkan di man sangat ganjil dan jika tereksplorasi akan menambah perbendaharaan pirigan karinding si karat.</p>
<p>Lagu ini direkam oleh man dan okid di computer man. Untuk karat man memang menyediakan soundcard khusus lagu2 yang ia ciptakan. Komputernya juga aplikatif untuk merekam. man juga sempat memperdengarkan lagunya kepada mahasiswa death metal penggemar death metal. Mereka yang antusias dengan lagu man, bahkan sempat menuliskan pola lagu man dalam not balok dan menawarkan penulisan not lainnya, untuk jaga-jaga jika nanti karat bermain komposisi. Man Cuma ketawa saja. “Boro2 make not balok. Bisa ih hahahaha..” cerita man malam itu. Tapi ia tetap menghargai usaha para mahasiswa itu dan mempersilahkan mereka untuk menulis not-notnya.</p>
<p>Dan lagu man memang rumit untuk ukuran pakem karat yang sudah ada. Lagunya sendiri sangat kuat dalam arti soliditas pirigan karindingnya sudah jelas, hanya tingga pola mungkin yang harus disesuaikan lagi dengan pola celempung, vocal, dan alat-alat lain yang nantinya akan meramaikan lagu ini. Ketukan celempungnya harus disesuaikan dengan ketukan drum yang terbilang sedrhana bagi celempung atau harus dikejar dengan ketukan kendang agar bisa mengeksplorasi nuansa tetabuhan yang lebih variatif dan rancak. Dan untuk itu butuh seorang pemain perkusi yang manstaphh!! Dan bagaikan panjang umur, mang jimbot—sang musisi serba bisa—akhirnya datang juga malam itu disambut sorak sorai para personil karat. Setelah cas dan salam Mang jimbot segera bergabung dalam latihan, mendengarkan dengan seksama pola celempung yang bisa mengisi lagu ini.</p>
<p>Jumat ini juga latihan karat diramaikan oleh kehadiran kang diki sang beatboxer ulung dari komunitas beatboxing Indonesia yg berencana melakukan kolaborasi sm karat. Maka new York new York digeber untuk rencana kolaborasi itu. Kang diki mengisi pola-pola new York yang menghentak dengan berbagai teknik beatboxing. Setidaknya ada dua pola utama beatboxing mengikuti dua pola pirigan celempung dan karinding dalam lagu new York. Suara beatbox kang diki semakin mantap saat ia mulai bereksperimen beatbox menggunakan gong tiup. Sejenis digeridu dalam dunia music etnik global. Malam itu juga kang diki fiks mengisi beatbox di lagu new York. Selain kang diki, ada juga gaya dari gangster hipsop eye feels sick. Sama dengan kang diki beatboxer, gaya juga berencana melakukan kolaborasi dengan si karat. Rencananya ia akan membawakan sebuah lagu homicide dengan hentakan music garapan karat. Sayang malam itu rencana kolaborasi dengan gaya belum dibincangkan terlalu jauh karena waktu sudah semakin malam ketika gaya datang. Kalo gag salah gaya dtg jam 11 malem naik sepeda chooper dari antapani di bawah rintik hujan yang begitu kerep. Duh duh duh gaya rahayu cskuu!! hatur nuhuns kangge kasumpingannana!!!</p>
<p>Setelah break makam malam nasi gila sponsor dari bos kajul, karat meneruskan latihan menggarap new York dengan iringan gong tiup beatbox kang diki. Hellyeah cuuu!!! Gustaff commonroom dan salomo dari detik.com yang baru saja tiba di commonroom jam sebelas malam setelah menghadiri pertemuan para pengurus BCCF memberikan apresiasi yang sangat bagus untuk kolaborasi ini. Karat kembali melatih kawih pati sebelum akhirnya semua sepakat menyudahi latihan karat jumat keramat minggu ini.<br />
Sebelum bubar, karat merencanakan kepergian esok harinya ke venue Libertad fest yang digelar Piratte Punks di camp ground pabrik kina gunung bukit tunggul, ujungberung. Ada dua mobil yang siap berangkat bareng karat. Mobilnya Gerard dan mobilnya salomo. Yuuuu cuuuuuu wehehehehhh…</p>
<p>***</p>
<p>O yaa sbelum menyudahi jurnal ini, di kesempatan jumaahan ini sy jg ingin crita2 pd sodara2 yg budimen smuah ttg penggalan sejarah si karat. Sy sbagey fens berat si karat yg tau dikit2 ttg gangster menawan ini merasa sunah muakad untuk berbagi crita gtuu.. Wokkehh, crita akn sy buka dr awal instrument mungil ini dikenal scene metal cuuuu…</p>
<p>Karinding pertama kali diperkenalkan kepada anak-anak Ujungberung Rebels oleh mang utun. Alkisah, suatu hari di bulan oktober 2008 mang utun mengajak seorang seniman karinding, mang engkus kepada anak-anak ujungberung rebels. Di sana, man dan amenk adalah dua org yg pertama kali tertarik dgn karinding. Mereka jatuh cinta pada sentuhan pertama pada alat musik sederhana itu. Man dan amenk diberi masing-masing satu karinding oleh mang engkus dalam kesempatan itu. Sejak itu dalam tiap kesempatan keduanya selalu tampil dengan karindingnya masing-masing, memainkanya di mana saja, kapan saja, membuat org2 sekitarnya penasaran, alat apa itu yang dimainkan man dan amenk. Amenk yang saat itu sedang menggarap rokok morbid nixcotine jelas membawa alat musik ini ke kelompok kerjanya, Bandoong Sindekeit (BS). Kontan, karinding langsung menarik perhatian semua anggota sindikat. Jawis, gustavo, vian, kimung, dan ari di sindikat adalah mereka yang memiliki ketertarikan khsus pada karinding. Secara bergiliran mereka belajar karinding milik amenk.</p>
<p>Karinding semakin dikenal di BS ketika kang utun datang bersama mang engkus ke acara syukuran morbid nixcotine di garasi rumah tomi morbid, kawasan sultan agung. di sana, mang engkus yang kemudian mendapat gelar “dewa karinding swasta” mengajarkan bermain karinding kepada anggota sindikat. Mang engkus juga menceritakan apa itu karinding dan bagaimana karinding yang sudah hilang selama 600an tahu itu dihidupkan lagi oleh abah olot, seniman dan master pembuat karinding serta alat-alat musik dan kerajinan lainnya dari bambu. Dalam kesempatan itu, tomi morbid mendapatkan hadiah sebuah karinding dari mang engkus.</p>
<p>Tiga minggu kemudian, dalam softloncing morbid nixcotine di twang, sultan agung, oktober 2008, BS sepakat menampilkan karinding abah olot untuk memperkenalkan kembali karinding minimal kepada kawan-kawan lama di scene msuik independen yang ada di sekeliling morbid nixcotine dan bandoong sindekeit. Kimung, amenk, popo, dan tomi yang menggarap acara ini lalu sepakat mengundang grup kesenian abah olot, Giri Kerenceng untuk mengisi acara tersebut.</p>
<p>Seminggu sebelum acara, diperlukan publikasi awal acara. kimung yang bertugas membuat publikasi tersebut. Ketika ia dan amenk merumuskan publikasi, ia belum tahu apa nama grup kesenian karinding pimpinan abah olot. Untuk cepatnya, ia mencantumkan nama Karinding Attack di publikasi awal tersebut. Desain publikasi lalu digarap oleh Gustavo dan segera disebarkan di internet, selain tulisan biasa di shout out friendster dan myspace. Sejak itulah nama Karinding Attack mulai dikenal. Kimung sendiri tak tahu kenapa ia memilih nama karinding attack. Ia sering berkata jika saat ia tiba-tiba menemukan kata attack sedang ingat pada atari teenage riots yg sering ia dengarkan era itu. Mungkin musiknya yang attacking—menghentak, menginspirasi kimung. Dalam bayangan kimung, karinding memang akan menyerang berbagai tangsi scene metal dan scene manapun yg dekat dengannya. Morbid nixcotine adalah sel pertama scene independen yang diserang karinding attack dengan segala kerendahan hati serta keindahannya. Dalam morbid expo di restoran twang, nama grup abah kolot yang tercantum di undangan adalah Karinding Attack Giri Kerenceng. Hanya aki amenk, pihak dari scene metal yang ikut maen karinding dalam kesempatan itu bersama Giri Kerenceng. Dalam debut pertamanya di scene independen, karinding ditonton sekitar 200an undangan dan kawan-kawan yang hadir. Setelah acara, abah olot dan kru Giri Kerenceng kongkow di commonroom bersama anak-anak commonroom, openlabs, dan ujungberung rebels. Semua org belajar karinding dalam ksempatan itu. Ranti bahkan mendapat karinding langsung dari abah olot saat itu.</p>
<p>Setelah penampilan pertama karinding di scene, alat music ini lalu dikenal semakin luas. Kimung yang tak lama kemudian juga mendapatkan karinding pertamanya dari mang engkus, secara konsisten belajar karinding kepada amenk, mang utun, dan mang engkus. Di manapun dan kapanpun mereka terus bermain karinding. Ketika anggota bandoong Sindekeit akhirnya mendapat karinding juga, mereka semakin sering berlatih. Masa ini, mang engkus juga semakin dekat dengan anak2 ujungberung rebels karena berbagai kegiatan yang digelar di commonroom ataupun undangan2 yang dilayangkan anak-anak uberebels bagi mang utun dan meng engkus. Beliau bahkan dijuluki “Dewa karinding Swasta” oleh amenk dkk.</p>
<p>Karinding Attack—biar singkat sy tuliskan karinding attck dgn kata “karat” aja yahhh ^^ &#8211;mulai benar-benar berkibar ketika mereka tampil sebagai kolaborator tiga band independen dalam acara yang digelar khusus oleh Elang, Gimmick Ent, dan Commonroom, The Secret Garden Revisited : Karinding Attack!!! 21 Februari 2009. Di acara itu karat tampil berkolaborasi mengisi masing-masing satu lagu dari penampilan band-band Good Bye Lenin, Leifenhoft, dan Polyester Embassy, selain juga tampil sendiri. Personil karat yang maen saat itu adalah mang engkus, mang utun, hendra, dan kimung. Para personil karat mengenang, di antara tiga band yang mereka ‘susupi’ hanya polyester embassy yang sudah mampu mencair dengan karinding. Ini terbaca dari kolaborasi karinding dan aransemen elang yang luwes untuk Blue Flashing Lightsnya Polester Embassy. Video kolaborasi karat dengan polyester embassy yang diupload oleh Elang sehari sesudahnya adalah video publikasi karinding attack pertama di dunia maya. Cek <a href="http://www.youtube.com/watch?v=_dsgvovMUvY">www.youtube.com/watch?v=_dsgvovMUvY</a>.</p>
<p>Karat semakin dikenal ketika mereka tampil dalam diskusi Etnologi Budaya Sunda di commonroom tanggal 4 Maret 2009. Dalam diskusi tersebut commonroom menampilkan Zaini Alif dari komunitas hong dan abah olot yang memberikan workshop pembuatan karinding, dan juga kemduian memainkan karinding bersama karat. Mengenai pengolahan bamboo yang baik untuk karinding, yasmin kartikasari mencatat beberapa hal, “Terdapat beberapa langkah lagi dalam menebang bambu untuk menjadikan bambu sebagai raw material yang berkualitas, seperti :<br />
1. Bambu yang sudah ditebang dihamparkan di tanah dan ditutupi daun bambu lalu didiamkan semalam.<br />
&#8211;&gt; dalam semalam, air yang berada di bambu akan menguap dan menempel di daun bambu dan menjadikan batang bambu lebih kering lagi.<br />
2. Batang bambu diambil dan dibawa pulang, lalu diletakkan terbalik (bagian besar di atas, bagian kecil di bawah) dan didiamkan lagi semalam.<br />
&#8211;&gt; melalui gaya gravitasi, air akan merembes ke permukaan, dan menjadikan bambu lebih kering lagi.</p>
<p>Alhasil, melalui tahap2an ini lah, sebuah bambu bisa menjadi bahan yang berkualitas dan memiliki daya fungsi yang lama. Namun tidak hanya itu, bahwa apa yang dipamalikan oleh leluhur, ternyata memiliki maksud untuk menyeimbangkan antara alam dan manusia. Bahwa manusia tidak lebih kuasa dari alam, bahwa manusia merupakan bagian dari alam, bahwa manusia merupakan salah satu variabel dari struktur dan sistem alam ini bekerja.” (<a href="http://ykme.multiply.com/journal">http://ykme.multiply.com/journal</a>)</p>
<p>Heup ah! Kelaa.. ngke disambung lagii yaahh minggu depaannn cuuuu… sdh mulai hot nihh jd kangen neng asmii cuuuu wekekekkkk… WAKTUNYA CANGHEGAR!</p>
<p>Jon 666</p>
<p>10 top playlist jon 666 minggu ini : tarawangsa, faith no more, john lennon, sonic torment, guns n roses, suffocation, the doors, fear factory, sex pistols, canghegar.<br />
PENGUMUMAN!!!<br />
NANTIKAN KISAH PERJALANAN MANGGUNG KARAT DI ACARA LIBERTAD YANG DIGELAR PIRATTE PUNKS DI CAMPGROUND PERKEBUNAN KINA GUNUNG BUKIT TUNGGUL, CIBODAS, TANGGAL 30 JANUARI 2010. KISAH AKAN DIPOSTING HARI SENIN!!! CIAOOOO—JON666</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kimun666.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kimun666.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kimun666.wordpress.com&amp;blog=4568554&amp;post=66&amp;subd=kimun666&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kimun666.wordpress.com/2010/02/16/jurnal-karat2-jumat-kramat-29-januari-2010-kawih-pati-karinding-man-dan-kolaborasi-lagu-new-york-dengan-beatbox/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2dc4ceb559048f778c94dae573bc6a5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimun666</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
